Uncategorized
Pedagang Seragam di Pasar Argosari Gunungkidul Mengeluh Sepi Jelang Tahun Ajaran Baru, Kalah Saing dengan Marketplace
Wonosari, (pidjar.com) – Musim tahun ajaran baru yang biasanya menjadi berkah bagi pedagang seragam sekolah di Pasar Argosari Wonosari belum membawa peningkatan omzet. Hingga sepekan menjelang dimulainya sekolah, lapak-lapak seragam masih sepi pembeli. Pedagang menduga kondisi itu dipengaruhi pergeseran pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih bertransaksi melalui marketplace.
Salah seorang pedagang, Sajiyo, mengaku belum merasakan lonjakan penjualan sebagaimana yang dulu selalu terjadi menjelang masuk sekolah. Bahkan, hingga awal Juli ini belum ada pembeli yang datang khusus mencari seragam sekolah di lapaknya.
“Peningkatannya belum signifikan, paling karena masyarakat lebih memilih belanja online,” kata Sajiyo saat ditemui di Pasar Argosari Wonosari, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, sebelum maraknya toko online, musim penerimaan siswa baru selalu menjadi momen yang dinanti pedagang. Kini, penjualan justru berjalan datar.
Sajiyo menjual satu stel seragam sekolah ukuran kecil seharga Rp 100 ribu, sedangkan ukuran besar dibanderol Rp 140 ribu. Harga tersebut masih bisa ditawar oleh pembeli.

Meski harga tidak mengalami kenaikan berarti, penjualan harian tetap lesu. Dalam sehari ia hanya mampu menjual satu hingga dua potong pakaian, jauh di bawah capaian beberapa tahun lalu saat masyarakat masih banyak berbelanja langsung di pasar.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Nanik. Menurutnya, selain beralih ke marketplace, masyarakat juga masih cenderung mengutamakan kebutuhan pokok rumah tangga dibanding membeli perlengkapan sekolah jauh-jauh hari.
Ia memperkirakan lonjakan pembeli baru akan terjadi tiga hari menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
“Biasanya ramainya itu H-3 sebelum masuk sekolah. Lumayan, bisa laku dua sampai tiga stel sehari,” ujarnya.
Meski demikian, Nanik pesimistis penjualan akan kembali seramai beberapa tahun silam. Menurutnya, peningkatan yang terjadi menjelang masuk sekolah kini tidak lagi signifikan karena persaingan dengan toko online semakin kuat.
Para pedagang pun berharap masih ada masyarakat yang memilih berbelanja langsung di pasar tradisional sehingga roda usaha mereka tetap bisa berputar di tengah perubahan tren belanja.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
