Uncategorized
Peringati Hardiknas, Pemkab Gunungkidul Dorong Pendidikan Inklusif dan Perluasan Beasiswa bagi Pelajar
Wonosari,(pidjar.com) – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk memperkuat komitmen dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui akses pendidikan yang merata, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penguatan program bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Dalam peringatan Hardiknas tahun 2026 dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegasjan akan meningkatkan kualitas pendidikan serta kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan. Hak atas pendidikan semua golongan akan diupayakan terpenuhi seusai visi misi atas semangat “bocah pinter”.
Program ini sebagai langkah konkretnya mendorong anak-anak Gunungkidul agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Melalui program Gunungkidul Cerdas (GK Cerdas), pemerintah daerah telah memberikan dukungan pendidikan kepada sekitar 3.000 pelajar melalui berbagai skema bantuan, baik beasiswa prestasi di bidang sains maupun bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori Desil 1,” kata Bupati Gunungkidul.
Selain fokus pada peserta didik, pemerintah juga menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan. Semangat pendidikan yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara, yakni “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” menjadi landasan dalam pembenahan di sektor pendidikan.

“Guru harus benar-benar menjadi contoh, digugu lan ditiru,” sambungnya.
Pembinaan dan peningkatan kualitas guru agar benar-benar menjadi sosok yang tauladan dan berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi unggul.
“Ada banyak sekali yang haru dibenahi di Dinas Pendidikan, kedepan pembinaan akan terus dilakukan agar kualitas pendidik benar-benar mumpuni,” tutur Endah Subekti.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga memberi perhatian khusus terhadap persoalan anak putus sekolah. Sejumlah faktor seperti kenakalan remaja, pernikahan usia dini, hingga keterbatasan ekonomi masih menjadi penyebab utama anak berhenti menempuh pendidikan formal.
Sebagai solusi, pemerintah mendorong anak-anak yang sempat putus sekolah agar tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui program kejar paket yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik.
Melalui peringatan Hardiknas ini, Pemkab Gunungkidul berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi cerdas untuk masa depan daerah.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
