Connect with us

Info Ringan

Resep Mie Titi Khas Makassar

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mie Titi adalah sajian yang berasal dari Makassar. Mie titi sangat mirip sekali dengan Ifumie. Penampilannya memang hampir mirip yaitu mie yang digoreng kering kemudian disiram dengan kuah kental yang seperti capcay. Mie titi ini adalah hidangan yang berasal dari Thionghoa yang sangat disukai oleh masyarakat umum (Makassar). Kuahnya pun sangat mirip dengan capcay. Anda bisa menambahkan berbagai jenis sayuran di dalam kuahnya seperti wortel, sawi atau bunga kol. Untuk pelengkap lainnya Anda bisa menambahkan udang, bakso dan irisan daging ayam. Hampir sama bukan seperti capcay. Daripada penasaran yuk langsung saja simak resep lengkapnya dilansir dari resepkoki.

Bahan Mie :

  • 300 gr mie kering, rebus sebentar jangan terlalu lunak
  • Minyak, secukupnya untuk menggoreng
Berita Lainnya  Prediksi Teknologi Masa Depan, Manusia Dapat Berkomunikasi Dengan Mesin?

Bahan Kuah :

  • 500 ml kaldu ayam
  • 200 gr daging ayam rebus
  • 100 gr udang, kupas
  • 5 bh bakso, potong-potong
  • 3 bh sosis, iris serong
  • 2 bh wortel, iris serong
  • 1/2 bonggol sawi, potong-potong
  • 1 btr telur, kocok lepas
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 bawang bombay, cincang halus
  • 2 btg daun bawang, iris tipis
  • 2 sdm minyak, untuk menumis
  • 1 sdm sagu, larutkan dengan sedikit air
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm kecap ikan
  • 1 sdt hatam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat :

  1. Panaskan minyak dengan api sedang. Kemudian tata mie yang sudah direbus tadi didalam saringan minyak kemudian goreng hingga kering dan matang. Angkat. Sisihkan.
  2. Panaskan 2 sdm minyak. Kemudian masukkan bawang bombay dan bawang putih tumis hingga harum.
  3. Masukkan potongan daging ayam rebus dan udang. Aduk hingga udang berubah warna.
  4. Masukkan sosis, bakso dan wortel. Aduk rata.
  5. Kemudian tambahkan air kaldu. Masukkan kecap ikan, saus tiram, gula, garam dan merica bubuk.
  6. Masak hingga wortel lunak kemudian masukkan potongan sawi. Aduk rata
  7. Tambahkan larutan air sagu sedikit atau sesuaikan kekentalan yang diinginkan. Masak hingga kaldu meletup-letup.
  8. Masukkan kocokan telur. Sambil diaduk agar menyatu dengan kuah kaldu.
  9. Terakhir tambahkan daun bawang, aduk rata. Koreksi rasa. Jika sudah pas matikan api.
Berita Lainnya  Perbaikan Jalur Longsor, Jalan Wonosari - Jogja Macet Parah

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler