event
Ribuan Umat Ikut Arak Patung St. Yusup, Prosesi Agung HUT ke-92 Gereja Santo Yusuf Balong Kulon Progo
Kulonprogo,(pidjar.com)–Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Gereja Katolik Santo Yusuf Balong, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Kamis (19/3/2026). Ribuan umat dari berbagai wilayah Jogja dan sekitarnya mengikuti Prosesi Agung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 gereja setempat, diawali arak-arakan patung St. Yusup yang menjadi pusat perhatian.
Gereja Santo Yusuf Balong kembali mencatat sejarah indah dalam perjalanan imannya. Pada Kamis pagi, 19 Maret 2026, pukul 08.00 WIB, digelar Prosesi Agung HUT ke-92 Gereja St. Yusuf Balong yang menjadi puncak rangkaian perayaan tahunan umat Katolik di wilayah Pegunungan Menoreh ini.
Prosesi dimulai dengan arak-arakan patung St. Yusup yang dibawa dari Lingkungan Maria menuju area gereja utama. Ribuan umat berpartisipasi dengan penuh semangat, mengiringi patung pelindung gereja tersebut sambil bernyanyi kidung rohani dan membawa bendera serta umbul-umbul bertuliskan doa syukur. Suasana semakin haru ketika patung tiba di halaman gereja, diikuti doa bersama dan berkat dari pastor paroki.
“Prosesi ini bukan sekadar tradisi, tapi wujud syukur kami atas penyertaan Tuhan selama 92 tahun keberadaan Gereja Santo Yusuf Balong. Dari hutan kecil hingga menjadi pusat rohani bagi ribuan umat di Kulon Progo dan sekitar Jogja,” ujar salah seorang panitia pelaksana, yang enggan disebut namanya, Kamis (19/3/2026).

Rangkaian acara HUT ke-92 ini juga mencakup perayaan Ekaristi pembukaan “Nggayuh Impen” sebagai bagian dari persiapan menuju puncak perayaan. Umat dari berbagai lingkungan di Paroki Balong turut serta, termasuk kelompok remaja, OMK, dan keluarga besar yang memadati area gereja sejak pagi hari.
Gereja Katolik Santo Yusuf Balong, berlokasi di Ngaran II, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo, telah menjadi saksi bisu perkembangan iman umat di lereng Menoreh. Berdiri sejak 1934 (dihitung mundur hingga 2026 mencapai 92 tahun), gereja ini dikenal dengan keindahan alam sekitar dan kekhidmatan ibadahnya, sering menjadi tujuan ziarah umat Katolik Jogja.
Perayaan ini juga diharapkan memperkuat tali persaudaraan antar umat beragama di DIY, sejalan dengan semangat toleransi yang terus digaungkan di tanah Jogja.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib, didukung pengamanan dari pihak kepolisian setempat serta relawan gereja. Umat yang hadir tampak antusias mengabadikan momen melalui foto dan video, yang kini ramai beredar di media sosial.(*)
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
