Connect with us

Info Ringan

Sepuluh Keluarga Berpengaruh Dalam Dunia Bisnis Indonesia

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjadi keluarga yang terkenal di mata publik mungkin merupakan sebuah anugerah hidup yang patut disyukuri. Namun hal tersebut juga menjadi ujian bagi setiap anggota keluarga karena menjadi terkenal dan juga kaya raya belum tentu memiliki kehidupan yang bahagia. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki beberapa keluarga yang terkenal akan kekayaan dan pengaruhnya terhadap negara, baik yang tergabung dalam pemerintahan maupun tidak. Mau tahu siapa saja mereka?

Keluarga Hartono

Keluarga yang dikepalai R. Budi Hartono merupakan pemilik dari perusahaan Djarum dan keberadaannya memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perekonomian negara. Bahkan perusahaan Djarum menjadi perusahaan rokok terbesar di negara ini. Dengan kekayaan sebesar Rp 165 triliun, keluarga Hartono menempati posisi ke 12 terkaya se-Asia. Bukan hanya itu, keluarga Hartono juga memegang saham sebesar 47% pada bank swasta terbesar di Indonesia yaitu Bank Central Asia.

Keluarga Cendana

Keluarga Cendana merupakan sebutan untuk keluarga besar Presiden RI ke-2, yakni Soeharto. Dikenal sebagai keluarga penguasa rezim Orde Baru, Keluarga Cendana memiliki sekelumit kontroversi dan kasus yang sulit untuk terungkap. Dengan keturunan 3 orang putra dan 3 orang putri yang mayoritas aktif di kancah politik (tergabung dalam Partai Golkar), nama keluarga ini masih terdengar hingga sekarang. Keluarga Cendana memiliki aset kekayaan yang sangat banyak, namun tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah sebenarnya. Beberapa yayasan yang dikelola baik oleh anak Soeharto maupun besan dan rekanan menanamkan saham pada sejumlah perusahaan besar di Indonesia.

Keluarga Salim

Berita Lainnya  Lima Manfaat  Mie Instan Dengan Cara Pengolahan yang Tepat

Salim Group yang dipimpin oleh Antoni Salim bergerak dalam perusahaan makanan, properti, bank, retail, tanaman, otomotif hingga telekomunikasi. Banyaknya perusahaan yang dikelola membuat keluarga Salim menjadi salah satu keluarga terkaya se-Asia. Bisnis mereka dirintis oleh sang ayah Liem Sioe Liong yang migrasi dari Cina ke Indonesia dengan menjajakan pakaian dari rumah ke rumah. Meski sempat goyah saat kepemimpinan Presiden Soeharto jatuh, perusahaan tetap bertahan hingga kini. Saat ini anaknya Axton yang memimpin perusahaan mie instan terbesar di dunia yaitu Indofood Sukses Makmur.

Keluarga Widjaja

Memulai bisnis dengan menjual biskuit di usia muda, Eka Tjipta Widjaja sukses mengembangkan usahanya dan mendirikan perusahaan Sinar Mas pada tahun 1962. Sebagai perusahaan keluarga, Sinarmas Group mengembangkan sayapnya, tidak hanya dibidang makanan kini perusahaan telah merambah ke bidang lain seperti pertanian, kertas, komunikasi, keuangan, pengembang real estate, hingga energi dan infrastruktur. sebagian besar bisnis dikelola dan dipegang oleh anak laki-lakinya Franky Widjaja.

Keluarga Wonowidjodjo

sebagai pengusaha rokok kretek terbesar di Indonesia, keluarga Wonowidjodjo memiliki cukup pengaruh terhadap perekonomian negara ini. Rokok kretek atau rokok cengkeh dari perusahaan Gudang garam awalnya diproduksi pada tahun 1958. Saat ini perusahaan yang dipegang oleh Susilo Wonowidjodjo tidak hanya mengurus produksi rokok namun juga berkembang ke perkebunan kelapa sawit. Bahkan perusahaannya menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Berita Lainnya  Delapan Benda Yang Diciptakan Secara Tidak Sengaja

Keluarga Lohia

Lahir dan besar di India, Sri Parkash Lohia memegang perusahaan Indorama Corporation dengan bisnis tekstil dan petrokimia yang hampir tersebar ke seluruh benua. Bersama sang ayah Mohan Lal Lohia, Sri Parkash Lohia pindah ke Indonesia dan mendirikan bisnis yang cukup besar. Awal mula bisnis dimulai dari pabrik pemintalan benang di Purwakarta, dan kini telah berkembang menjadi 20 anak perusahaan yang tersebar ke berbagai negara. Hingga saat ini kekayaannya mencapai USD 6,3 miliar.

Keluarga Husain Djojonegoro

Husain Djojonegoro mempimpin perusahaan yang sebelumnya dipegang oleh ayahnya, yang bergerak di bidang minuman, baterai, sikat dan pasta gigi. Tentu Anda pernah mendengar atau mungkin menggunakan sikat atau pasta gigi Formula dan YOUC 1000 bukan? Produk tersebut adalah produk yang dihasilkan dari perusahaan yang dikelola oleh Husain. Selain itu baterai ABC yang diproduksi dari perusahaan ini selalu mendapat posisi teratas di pasar domestik.

Keluarga Kuncoro Wibowo

Kuncoro Wibowo bersama dengan keluarganya membangun perusahaan yang produknya cukup banyak digunakan oleh masyarakat. Awalnya Kuncoro membuka sebuah toko kecil, lalu berkembang menjadi toko besar. Kuncoro dan keluarga meraih puncak kejayaan setelah membangun bisnis melalui PT ACE Hardware Indonesia, yang menjual berbagai alat kantor, peralatan rumah tangga dan juga bengkel. Perkembangan bisnis yang pesat ini dikarenakan perusahaan menyediakan layanan antar barang dan produk untuk diuji coba sehingga banyak menarik minat pelanggan.

Berita Lainnya  Resep Kerupuk Kemplang

Keluarga Harjo Sutanto

Harjo Sutanto merupakan pemilik dari Wings Group, menaungi perusahaan yang memproduksi barang konsumen seperti detergen dan makanan. Salah satu produknya yang terkenal adalah detergen Daia. Harjo juga mengajarkan kemampuan berbisnis kepada anak dan cucunya sehingga mereka pun bergelut dengan dunia bisnis. Kebanyakan dari mereka menjalin kerjasama dengan keluarga Ferdinand Katuari. Ditaksir nilai kekayaan keluarga berkisar miliaran dolar.

Keluarga Ciputra

Sebagai pengusaha properti yang sukses, Ir. Ciputra melahirkan perusahaan keluarga yang bernama Ciputra Group. Dengan tiga anak perusahaan yaitu PT Ciputra Development, PT Ciputra Property dan PT Ciputra Surya, bisnisnya semakin maju dari waktu ke waktu. Meski sempat mengalami krisis ekonomi di tahun 1997, beliau dapat kembali bangkit dan kini usahanya tidak hanya berkembang di dalam negeri namun juga hingga ke luar negeri.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler