fbpx
Connect with us

Sosial

Aksi Klitih Cukup Membuat Resah Warga, Gandung Pardiman: Kalau Digebukin Pelaku Masih Anak-anak yang Perlu Dibina

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Maraknya aksi klitih di Daerah Istimewa Yogyakarta yang meresahkan masyarakat saat ini tengah mendapatkan torehan dari berbagai pihak. Tak terkecuali Komisi VII DPR RI.

Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman memaparkan, pihaknya saat ini tengah mengadakan berbagai kegiatan untuk mengurangi angka klitih. Selama ini, menurut dia, dalam pemberantasan klitih menghadapi perasaan yang cukup dilematis.

“Kalau klitih itu kita gebuki bersama-sama, pelaku ini masih anak-anak muda yang perlu dibina,” ujarnya, saat berada Balai Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin, Sabtu (8/2/2020) kemarin.

Namun di sisi lain, jika dibiarkan saja, maka akan merusak anak bangsa. Seharusnya, anak bangsa yang berjalan lurus tiba-tiba langsung menjadi sasaran pembacokan. Untuk itu, maka pemerintah dan aparat keamanan harus mencari solusi terbaik.

Berita Lainnya  Terkendala Bahasa, KBM Guru Malaysia Dengan Murid SD Selang V Berlangsung Penuh Gelak Tawa

“Sebelum rakyat benar-benar marah agar siapa saja yang suka klitih untuk segera menghentikan aksinya. Karena hukuman dari rakyat atau masyarakat yang marah tersebut benar-benar lebih mengerikan daripada pengadilan,” ujar dia.

Ia meminta pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dikembalikan lagi. Selain itu, pendidikan keluarga perlu ditingkatkan lagi.

“Semua pihak harus berupaya untuk menciptakan keluarga yang harmonis dengan mewujudkan pertemanan di antara anggota keluarga harus lebih ditingkatkan lagi,” jelas Gandung.

Pendidikan ataupun pengetahuan agama menurutnya harus lebih diperdalam lagi. Menurutnya, pendidikan agama sangat menentukan jiwa dan pola pikir semua insan manusia.

“Karena setelah ada penelitian, pelaku klitih itu adalah orang yang tidak mengenal atau kurang pengetahuannya tentang agama,” tandasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler