fbpx
Connect with us

Sosial

Cegah Gangguan Kamtibmas Hingga Ungkap Tabrak Lari, Sejumlah CCTV Terpasang di Jalur Umum

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah CCTV sejak beberapa tahun silam telah terpasang di sejumlah ruas jalan di wilayah Gunungkidul. Pemasangan CCTV yag digagas oleh pemkab dengan pihak kepolisian ini bertujuan untuk mengantisipasi dan memantau adanya tindakan gangguan kabtibmas juga membantu pihak kepolisian jika terjadi adanya tabrak lari. Langkah ini diambil untuk mempermudah pemantauan sejumlah jalur yang memang rawan kecelakaan dan tindakan kriminalitas.

KBO Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Kusnan mengatakan, pemasangan cctv sebetulnya sudah dilakukan sejak 2017 silam. Adapun keenam lokasi tersebut antara lain simpang empat Penmas Kepek, simpang empat RSUD Wonosari, simpang tiga  Alun-alun Wonosari, simpang tiga kranon, simpang tiga Branang, simpang Pancuran dan pertigaan Sumarwi.

“Misal ada tabrak lari kita bisa terbantu dengan keberadaan CCTV untuk mengetahui kendaraan apa saja yang melintas. Kemudian gangguan kamtibmas juga untuk pantauan RTMC Satlantas Gunungkidul,” jelas dia.

Titik-titik itu merupakan yang ramai lalu lintas mengingat berada di wilayah Kota dan dimungkinkan memang rawanganguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas. Masing-masing CCTV itu terhubung dengan sebuah layar di kantor kepolisian, sehingga arus lalu lintas pun setiap jam bahkan meintnya selalu terpantau.

Berita Lainnya  Komunitas LGBT Terdeteksi Mulai Berkembang di Gunungkidul, Dinkes Peringatkan Resiko Paparan Virus HIV/AIDS

Bahkan sering kali jika arus lalu lintas padat rekaman dari CCTV ini selalu diinfokan ke masyarakat melalui media sosial. Sehingga dapat lebih mudah mencari jalan a;ternatif. Dalam prakteknya pula, untuk gangguan mengungkap gangguan keamanan di sekitar titik-titik itu juga memanfaatkan rekaman cctv.

“sebenarnya kawasan perbatasan sendiri juga perlu. Namun sementara dari kami (kepolisian) belum ada rencana penambahan,” tambahnya.

Penggunaan CCTV di wilayah Gunungkidul masih agak berbeda di bandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya. Dimana untuk CCTVdis ejumlah kota besar dimanfaatkan untu penerapan E-Tilang.

Satuan Lalu lintas Kabupaten Gunungkidul, menegaskan, belum ada elektronik tilang berdasarkan pelanggaran yang terpantau melalui CCTV. Kasat Lalulintas Polres Gunungkidul, AKP Anang Trinurviyan mengatakan, keberadaan CCTV tersebut hanya sekedar pantauan lalu lintas.

Berita Lainnya  Halal Bihalal IKG di Sewokoprojo, Obat Rindu Pada Kampung Halaman

“Di Gunungkidul belum diberlakukan e tilang,” ucap AKP Anang kepada pidjar.com

Namun demikian, AKP Anang mengimbau para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan lalu lintas. Menurutnya, pelanggaran lalu lintas seperti menerobos lampu lalu lintas, tidak menggunakan kendaraan laik jalan serta tidak menggunakan sabuk pengaman maupun helm adalah sebab-sebab kecelakaan lalu lintas.

“Keselamatan lalu lintas itu bisa didapatkan jika masyarakat tertib,” imbuh Kasat Lantas.

Di samping itu, AKP Anang juga menekankan masyarakat juga tidak memodifikasi kendaraan dengan knalpot blombongan. Selain menyebabkan polusi suara, knalpot blombongan juga melanggar Pasal 285 JO 106 Ayat 3 JO Pasal 48 Ayat 2 dan 3 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Untuk sanksi sendiri yakni berupa hukuman paling lama kurungan 1 bulan penjara atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

“Sementara kami tindak melalui razia dan di pos-pos, kalau e tilang belum,” tandas AKP Anang.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler