Connect with us

Info Ringan

Mengenal Sepuluh Ciri Penderita Sindrom Asperger

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sindrom Asperger atau Asperger syndrome (ASG) diperkenalkan pertama kali oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Ia menjelaskan bahwa sindrom ini berasal dari genetik ataupun dari sistem neuron, bukan berasal dari faktor lingkungan maupun permasalahan psikologis anak. Sindrom Asperger pada anak termasuk gangguan dalam Autisme. Dibanding dengan Autisme pada umumnya, penderita Sindrom Asperger memiliki ciri gangguan mental yang tidak terlalu tampak pada perilaku. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kecenderungan Sindrom Asperger, seseorang harus melalui proses screening dari dokter. Berikut sepuluh ciri tersebut!

1. Tidak Dapat Menjalin Pertemanan

Sindrom Asperger pada anak ditandai dengan adanya kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal, sehingga ia cenderung tak memiliki kemampuan untuk berteman. Ia tak tahu bagaimana caranya menjalin relasi pertemanan dengan orang lain sekalipun sebenarnya ia ingin punya teman. Beberapa anak dengan kecenderungan ini kebanyakan memutuskan untuk tak perlu menjalin pertemanan. Ia akan terlihat asik dengan dirinya sendiri.

2. Mutisme Selektif

Mutisme selektif adalah kemampuan berbicara hanya pada orang-orang yang anak percaya. Misalnya anggota keluarga. Jika anak telah percaya pada seseorang, maka ia dapat mengatakan segala yang ia pikirkan. Kebalikannya, anak akan menolak untuk bicara sama sekali kepada orang asing atau di depan umum.

3. Tidak Dapat Berempati

Berita Lainnya  Mengenali Tujuh Jenis Pasta

Anak dengan ASG akan kesulitan untuk merespon orang lain. Ia tidak tahu caranya menunjukkan empati atau merespon secara “normal” tentang kabar tertentu. Sehingga ia sering tampak kasar dan tidak punya perasaan. Mereka tidak akan mengerti hal-hal emosional seputar topik yang dibahas. Hal ini sering membuat orang lain di sekitarnya marah.

4. Menghindari Kontak Mata Atau Justru Memaksa Kontak Mata

Kontak mata bagi penderita ASG adalah hal yang menyakitkan. Sebagian peneliti mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh ketidakpercayaan diri. Namun, banyak juga yang meyakini bahwa ini juga jadi sebuah tanda bahwa ia tak mengerti pentingnya kontak mata pada komunikasi. Ini merupakan konsekuensi dari ketidakmampuannya dalam bersosialisasi. Namun, jika penderita ASG mengerti bahwa menghindari kontak mata akan dianggap aneh oleh lawan bicaranya, maka ia akan melakukan hal sebaliknya agar lebih bisa diterima. Yaitu memaksakan kontak mata dengan orang lain. Hal tersebut ia lakukan agar orang tidak menganggapnya aneh. Sekalipun, tindakannya justru membuat orang lain tidak nyaman.

5. Kekikukan Sosial

Tidak semua penderita ASG bersikap pasif. Justru, banyak orang yang mengalami ASG justru sangat aktif, namun dengan berbagai sikap aneh yang muncul di publik. Ini biasa dilakukan oleh penderita ASG yang ingin menyembunykan sindromnya. Ada keinginan untuk dapat diterima oleh orang lain. Sayangnya, keanehan ini sering disalahpahami orang-orang sehingga penderita ASG masih kesulitan untuk berteman.

Berita Lainnya  Lima Bahan Penjernih Air

6. Ketertarikan Khusus

Anak dengan ASG memang cenderung tak memiliki nilai bagus di sekolah. Tapi bukan berarti mereka tak memiliki ketertarikan khusus terhadap sesuatu. Misalnya mereka senang sekali menggambar, menyusun puzzle, menganalisa sesuatu, berhitung, dan hal lainnya. Jika mereka dipaksa untuk melepaskan hal yang mereka suka, maka mereka akan mengalami stres berat. Sama halnya jika proyek yang ia kerjakan gagal. Ketertarikan mendalam pada sesuatu ini membutuhkan dukungan lingkungan sekitar. Jika potensinya dikembangkan, ia bisa menjadi seorang yang jenius di bidangnya.

7. Rutinitas Tetap

Asperger sindrom pada anak membuat mereka punya rutinitas tetap. Ia akan bersikap sangat disiplin dengan jadwalnya. Mengubah rutinitasnya akan membuatnya sangat bingung dan ketakutan.

8. Tak Mengerti Kata Kiasan

Jangan berharap ia akan mengerti arti sesungguhnya kalimat, “jantungnya mau copot” dan “berlari secepat kilat”. Karena ia akan ketakutan membayangkan ada orang yang jantungnya benar-benar mau lepas dan ada orang yang berlari dengan kecepatan kilat. Karena tidak mengerti bahasa kiasan inilah, anak dengan ASG akan sering bingung memahami pembicaraan orang lain, salah paham, atau justru menjadi bahan tertawaan orang-orang. Ia baru akan mengerti arti sesungguhnya dari kalimat kiasan tersebut jika ada penjelasannya.

Berita Lainnya  Tips Memilih Fashion Kampus Pria yang Santai

9. Memiliki Kemampuan Menakjubkan Tentang Pola

Pola dalam hal ini bisa berarti ia akan mudah mengenali pola hitungan, gambar, menganalisa kebiasaan perilaku orang, dan sebagainya. Jika ia diasuh dengan benar, anak ASG seperti ini akan dapat menganalisa hal-hal yang rumit dengan mudah.

10. Kemampuan Motorik Yang Rendah

Motorik yang rendah adalah akibat tak berfungsinya koordinasi antara mata dan tangan. Namun, ini dapat dilatih jika orangtua bisa mengidentifikasinya sejak dini. Hal ini juga yang membuat seorang dengan ASG memiliki tulisan tangan yang buruk. Seperti anak Autis lainnya, sindrom Asperger pada anak biasanya akan dianggap sebagai ujian bagi orangtua karena memiliki anak spesial. Namun, jika terapi dan pendidikan khusus dari orang sekitar berjalan dengan baik, anak ASG akan jadi seorang jenius yang bisa diandalkan dalam banyak hal. Banyak tokoh jenius terkenal yang memiliki sindrom asperger. Diantaranya adalah pencipta Pokemon Satoshi Tajiri, Filosof Bertrand Russell, Bill Gates, dan peraih medali Nobel John Nash.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler