Kriminal
Jadi Tangkapan Terbesar, Polisi Ungkap Kasus Pencurian Kayu di Hutan Getas, Angkut Barang Bukti Kayu Sebanyak 2 Truk
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Misteri hilangnya ratusan batang kayu di hutan negara, RPH 71 Padukuhan Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen akhirnya sedikit menemui titik terang. Polisi berhasil menangkap 4 orang pelaku pencurian kayu pada Kamis (24/05/2018) malam lalu. Ini sendiri merupakan penangkapan terbesar yang pernah dilakukan oleh jajaran Polres Gunungkidul lantaran bersama dengan para pelaku, polisi berhasil pula menyita barang bukti kayu gelondongan sebanyak puluhan batang.
Kasus ini membuat aparat kepolisian Resor Gunungkidul menjadi cukup sibuk. Semalaman pasca penangkapan dan pengembangan, sejumlah petugas harus melakukan penelusuran di sekitar ladang jati tersebut untuk mencari barang bukti. Hasilnya cukup mengagetkan lantaran di salah satu ladang yang berada di dekat dengan jalan yang cukup terpencil, polisi menemukan gelondongan kayu sebanyak puluhan batang. Kayu-kayu jati curian tersebut diduga disembunyikan oleh para pencuri usai ditebang dan dipotong-potong untuk menunggu diangkut sebelum dijual. Alhasil untuk mengangkut barang bukti tersebut, dibutuhkan waktu hampir semalaman menggunakan 2 truk. Meski belum bisa dipastikan, diperkirakan barang bukti ini bernilai setidaknya puluhan juta rupiah.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya melalui Kanit Opsnal Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ari Widodo menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari petugas Perhutani mengenai adanya aktifitas sekelompok orang yang mencurigakan di sekitar hutan. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya kemudian menerjunkan tim untuk melakukan patroli di sekitar lokasi tersebut.
Dalam patroli yang dilakukan, pihaknya kemudian mendapati adanya 4 orang yang tengah melakukan aktifitas penebangan. Anggota lantas melakukan penyanggongan terhadap keempat orang tersebut yang kemudian diketahui merupakan S, R, Rs, ketiganya warga Desa Getas, Kecamatan Playen dan Tg, warga Panggang.
“Begitu kita pastikan yang bersangkutan sedang melakukan pencurian kayu, langsung kita gerebek,” ucap Ari, Sabtu (26/05/2018) pagi.

S,R,Rs dan Tg yang tidak menyangka akasinya telah diawasi aparat tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa pasrah saja ketika polisi melakukan penangkapan dan membawa mereka ke Mapolres Gunungkidul untuk diperiksa. Dipaparkan Ari, pada penangkapan itu, pihaknya turut pula mengamankan dua batang kayu yang telah selesai ditebang oleh para pelaku.
“Kita bawa ke Mapolres Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan,” lanjut dia.
Menurut Ari, pengembangan intensif dilakukan lantaran aksi pencurian kayu yang terjadi di hutan negara di Padukuhan Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen ini memang diduga sangat besar. Sebagian besar pohon jati di lahan yang menjadi lahan kerjasama antara Perhutani dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Getas ini telah habis dicuri.
Ia beberkan lebih lanjut, pengembangan yang dilakukan sempat terkendala dengan tutup mulutnya keempat pelaku. Pihaknya pun menerjunkan lagi personel untuk melakukan penelusuran lapangan. Hasilnya sangat mengejutkan, di salah satu ladang, pihaknya menemukan puluhan batang kayu jati yang disembunyikan oleh para pelaku tersebut di selokan ladang. Tanpa buang waktu, pada Jumat (25/05/2018) malam kemarin hingga Sabtu dinihari tadi, pihaknya langsung mengangkut batang kayu berjumlah sekitar lebih dari 30 batang untuk dibawa ke Mapolres Gunungkidul sebagai barang bukti.
“Medan yang menjadi lokasi para pelaku menyembunyikan kayu curian memang sangat sulit. Diduga kayu-kayu ini belum sempat diangkut,” lanjutnya.
Kepolisian sendiri bertekad terus melakukan pengembangan terkait kasus ini untuk mencari anggota lain dari kelompok tersebut, termasuk penadah, hingga jaringan lainnya. Meski begitu, hingga saat ini pihaknya terkendala dengan tertutupnya masyarakat sekitar kepada kepolisian. Tak banyak keterangan yang bisa didapat mengingat hampir seluruh warga menyatakan tak tahu menahu mengenai pencurian tersebut.
“Ini cukup aneh karena sebenarnya lokasi tempat penyembunyian kayu ini berada sangat dekat dengan pemukiman warga. Kita berharap warga setempat bisa kooperatif untuk membantu kami mengungkap secara jelas kasus ini,” pungkas dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
