Connect with us

Sosial

Kembangkan Pertanian Lahan Kering, Sadimin Raup Ratusan Ribu Per Hari

Diterbitkan

pada

Ngawen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lahan kering di sekitar pekarangan rumah saat ini mulai banyak dilirik menjadi peluang usaha di bidang pertanian dan pangan. Selain sayur mayur, sejumlah petani juga memelihara bebek dan juga lele. Bahan-bahan pangan ini tentunya selain memiliki nilai ekonomi, juga bisa digunakan sebagai bentuk ketahanan pangan di lingkup keluarga.

Seperti petani di Banteng Wareng, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen. Di sebuah lahan milik Sadimin (47) terdapat 500 ekor bebek yang dipelihara di sekitar rumahnya. Memang jumlahnya cukup banyak sebab tanah pekarangannya juga cukup luas.

Di sana, ratusan ekor bebek tersebut dibagi di 4 petak yang tersambung. Dulu, kandang bebeknya tidak sebagus sekarang, masih terbuat dari bambu. Namun seiring kemajuan usahanya, kandang kandang bebek telah ditingkatkan mutunya dengan baja ringan.

Berita Lainnya  Lestarikan Adat dan Tradisi Selama Ratusan Tahun, Kampung Pitu Diguyur Penghargaan

Selain untuk budidaya bebek petelur, sisa lahan yang ada dikembangkan oleh Sadimin untuk berkebun sayur dengan polybag serta budidaya lele dalam kolam kolam kecil di pinggir kebun sayur.

Dirinya juga membuat kolam kolam kecil berisi lele di pinggir kebun. Selain menghasilkan lele, juga sebagai penampung air sehingga dengan mudah menyuplai kebutuhan air untuk sayuran.

“Untuk sayur yang bernilai jual seperti terong, kol, sawi, dan cabai serta daun bawang,” kata Sadimin, Selasa (07/07/2020).

Berkaitan dengan pendapatan dari produksi telur bebek, Sadimin menjelaskan bahwa produksi setiap harinya mencapai 70% dari total populasi atau sekitar 350 butir telur bebek setiap harinya. Harga per butirnya antara Rp 1.600 sampai dengan Rp 1.900 tergantung besar kecilnya telur. Ia juga tidak kesulitan untuk menjual telur itu, sebab selama ini telur tersebut sudah ada yang menampungnya.

Berita Lainnya  Dispetaru Targetkan Pengukuran TPAS Selesai Akhir Tahun

“Sudah ada yang menampung dan membelinya,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku bahwa DPP telah mendatangi pekarangan Sadimin tersebut.

Menurut perhitungan keuntungannya, dalam sehari dia membutuhkan konsentrat dan bekatul sejumlah Rp 400 ribu untuk jumlah 500 ekor bebek. Sehingga jika penjualan telor mencapai Rp 665 ribu maka keuntungan dari telor dia dapatkan Rp. 265 ribu per hari, bersih.

“Kalau sebulan dia akan mendapatkan pendapatan sekitar Rp 7.950.000 bersih. Untuk budidaya bebek mulai produksi telur sejak umur 6 bulan dan produksi telur kurang lebih berlangsung hingga 2 tahun. Ini sangat menjanjikan tentunya,” ucap Bambang.

Bambang menjelaskan, keuntungan tersebut baru dari sektor bebek saja. Sedangkan di sana juga mampu memanen lele dan sayuran. Dalam praktik kesehariannya, kotoran bebek itu oleh Sadimin ditampung dan diolah dengan fermentasi menjadi pupuk untuk sayurannya. Sehingga dirinya tidak perlu lagi membeli pupuk untuk sayuran.

Berita Lainnya  Sibuknya Ngalim Jelang Ramadhan, Harus Buat Hingga Ribuan Wajan

“Kami berharap kelompok wanita tani dapat berkunjung ke kelompok atau perseorangan yang telah berhasil memberdayakan pekarangan seperti pak Sadimin. Sehingga program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dapat berkembang, dan meningkatkan pendapatan anggotanya selain menambah ketahanan pangan keluarga,” imbau Bambang.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 jam yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler