Connect with us

Pemerintahan

Tolak Rencana Regrouping, Puluhan Wali Murid SD Wadul ke Dewan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Polemik mengenai regrouping SD Tepus II masih terus berlanjut. Lantaran tak ingin sekolah anak-anak mereka digabungkan dengan sekolah lain, sejumlah wali murid dan tokoh masyarakat Kalurahan Tepus mengadu ke Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul. Mereka meminta bantuan agar wacana tersebut tidak direalisasikan lantaran ada berbagai kendala yang harus mereka hadapi jika SD Tepus II terkena dampak regrouping.

Sebagai informasi, bangunan SDN Tepus II ini berada di tepi jalan utama Tepus terdampak proyek pembangunan JJLS mengakibatkan sekolah ini harus dibongkar. Bangunan sekolah beserta tanah sendiri mendapatkan nilai ganti rugi sekitar 1,7 miliar rupiah. Beberapa bulan lalu, bangunan sekolah juga telah dibongkar karena konstruksi JJLS akan segera dilakukan.

Permasalahan sendiri muncul manakala tidak adanya tempat yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar para siswa SDN Tepus II. Dari pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah setempat kemudian berinisiatif memanfaatkan bangunan balai padukuhan untuk pembelajaran dan menyimpan berkas sekolah. Hal ini menjadi keprihatinan dan keresahan tersendiri bagi kalangan wali murid. Di tengah kegundahan tersebut, situasi sendiri menjadi semakin sulit setelah muncul wacana untuk regrouping sekolah.

Berita Lainnya  Gunungkidul Kabupaten Miskin, Kuota Gas Melon Perlu Ditambah

Seketika itu juga wali murid tidak setuju dengan wacana tersebut lantaran berbagai hal. Mulai dari jarak tempuh dengan sekolah lain yang jauh, serta beberapa hal lainnya. Selasa (10/05/2022) siang kemarin, sejumlah orang tua dan tokoh masyarakat mendatangi kompleks Bangsal Sewoko Projo untuk mengadakan audiensi bersama dengan anggota dewan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Uneg-uneg masyarakat atas rencana regrouping sekolah itupun dicurahkan dalam forum tersebut.

“Usai pembongkaran bangunan sekolah, tidak ada tindak lanjut atau pembangunan kembali. Kalau untuk regrouping kami tidak sepakat karena jarak rumah siswa dengan sekolah lainnya lumayan jauh yaitu 3 kilometer,” papar Suyono, warga Tepus selaku juru bicara Forum Tepus Perduli Pendidikan.

Permasalahan jarak yang cukup jauh ini tentunya berdampak berkaitan dengan transportasi dan lainnya. Sebab ada keluarga yang tidak memiliki kendaraan dan bahkan ada siswa yang ditinggal orang tuanya merantau ke luar daerah. Hal ini lah yang diharapkan menjadi pertimbangan penggabungan sekolah.

Berita Lainnya  Terlalu Berisiko, DPP Gunungkidul Larang Petani Basmi Tikus Menggunakan Listrik

“Kegiatan audiensi bersama dengan dewan dan Dinas Pendidikan ini kami harapkan agar ada titik terang dan kesepakatan. Bahwa kami (wali murid) menginginkan SDN Tepus II dibangun kembali oleh pemerintah. Sehingga tidak ada regrouping dan para siswa dapat bersekolah seperti biasanya,” paparnya.

Ia menjelaskan, jika mengacu pada jumlah siswa kurang dari 60 anak menurutnya di Kapanewon Tepus terdapat 3 SD yang jumlahnya kurang dari angka tersebut. Ia mempertanyakan mengapa hanya SDN Tepus II yang akan diregruping sedangkan sekolah lain tidak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Nunuk Setyowati mengatakan bahwa mengenai pembangunan ulang SDN Tepus II akan dikaji kembali. Tentunya juga mempertimbangkan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah dan dengan melihat kondisi di lapangan.

Berita Lainnya  Keberanian Petani Bawang Merah Beli Air Untuk Keberlangsungan Lahannya Diapresiasi Pemerintah

“Untuk pembangunan ulang akan kami kaji kembali,” paparnya.

Menurutnya, program regrouping ini telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi satu sekolah harus digabungkan dengan sekolah lain.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi. Menurutnya dengan melihat kondisi di lapangan, perlu adanya kajian ulang untuk mempertimbangkan regrouping yang digagas oleh dinas. Sehingga nantinya mendapatkan jalan tengah yang baik.

“Kita berharap ada solusi terbaik dari pemerintah,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler