Sosial
Rencana Penataan Pantai Drini Semakin Dekat, Pokdarwis Minta Pemerintah Tak Asal-asalan
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari mengharapkan adanya perencanaan yang matang terkait relokasi terhadap pelaku usaha di kawasan pantai. Hal itu menyusul telah dilakukannya survey lokasi oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada beberapa waktu lalu.
Ketua Pokdarwis Pantai Drini, Marjoko mengatakan, sedikitnya ada 26 pelaku usaha yang menyatakan siap untuk direlokasi. Namun demikian, pihaknya berharap pemerintah mematangkan tahapan perencanaan.
“Sebenarnya kita ingin tahu master plan nya seperti apa, DEDnya seperti apa. Jangan sampai kita dipindah tapi nantinya dipindah lagi. Kita berharap pemerintah mematangkan itu dulu agar semua nyaman,” kata Marjoko, Senin (01/10/2018).
Ia beralasan, nantinya jika relokasi yang dilakukan oleh pemerintah masih mengundang gejolak lagi, hal itu tentu sangat disayangkan. Sebab, biaya untuk pindah akan menjadi beban. Selain itu, penyesuaian-penyesuaian juga harus dilakukan oleh para pedagang tentunya jika menempati lokasi anyar.
“Perencanaannya, sekali lagi kami harapkan lebih matang. Jangan nanti sudah dipindah, kita dipindah lagi. Kita juga berharap pemerintah juga membantu dalam membuat lokasi baru itu ramai dengan promosi,” imbuh dia.

Ia menyebut, saat ini ada dua lokasi yang ditawarkan pemerintah untuk relokasi 26 pelaku usaha yang selama ini berjualan di kawasan pasir pantai. Pihaknya juga diberikan waktu untuk berfikir dan memberikan jawabannya.
“Tiga hari yang lalu kami bertemu, ada dua lokasi di sebelah timur pantai ini. Tapi harus ngepras bukit. Kemarin dari dinas pariwisata juga memberikan opsi, apakah mau menempati lokasi di timur itu atau yang ada di pasiran naik ke lokasi parkir ini dan pemerintah membuat lokasi parkir baru, tapi belum bisa kami jawab,” kata dia.
Sementara itu, Camat Tanjungsari, Rakhmadian mengklaim bahwa rencana relokasi di kawasan pantai selatan tidak akan menimbulkan gejolak. Selama ini, masyarakat sudah sepakat dan tidak ada penolakan terkait rencana relokasi.
“Tidak hanya di Drini saja, Sepanjang dan pantai lainnya juga sudah setuju. Meskipun saat ini ada yang membangun di tepi pantai tapi ketika waktunya relokasi dilakukan semua akan menaatinya,” kata dia.
Ia menambahkan, fokus pemerintah dalam melakukan relokasi sendiri dimulai dari pantai-pantai yang memiliki nama besar. Namun demikian, hal itu tidak akan merubah rencana awal pemerintah.
“Kita mulai pada pantai pantai dengan nama legendaris dulu. Ada Baron, Kukup dan Drini ini,” pungkas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
