Pemerintahan
Masih Rawan Longsor, Tanjakan Clongop Akan Ditutup Saat Hujan Deras
Gedangsari,(pidjar.com)– Ruas jalan Clongop, Gedangsari yang sempat ditutup sementara akibat 2 kali longsor saat ini telah kembali dibuka kendaraan. Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta waspada utamanya saat hujan kembali turun. Sebab potensi longsor masih mungkin terjadi di titik tersebut.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengungkapkan, pada 3 Maret 2026 lalu hujan deras di Gunungkidul berdampak pada terjadinya tanah longsor di tanjakan Clongop. Tebing yang berada di bahu jalan longsor, mengakibatkan material tanah hingga bongkahan batu besar menutup akses jalan.
Tim dari BPBD Gunungkidul bersama dengan DPUESDM DIY kala itu telah melakukan pembersihan dan penanganan. Namun beberapa hari kemudian, tepatnya di 7 Maret 2026 di lokasi yang sama kembali terjadi longsor batuan besar kembali menutup jalanan tersebut.
“Jadi Sabtu sore itu sudah dibuka, bisa digunakan untuk lalu lintas. Tapi malam Minggu ditutup kembali karena ada longsor susulan. Kemudian Minggu pagi dibersihkan, siangnya sudah dibuka lagi,” papar Panewu Gedangsari.
Meski telah dibuka kembali dan dapat digunakan untuk lalu lintas warga secara normal. Namun mereka yang melintas tetap diminta untuk hati-hati dan waspada, pasalnya potensi longsor masih tinggi utamanya saat hujan deras.

Berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh petugas, menurut Eko di atas tebing ada rekahan sepanjang 50 meter dengan lebar 0,5 meter yang mengkhawatirkan. Sehingga saat hujan dengan intensitas tinggi berpotensi longsor kembali.
“Kalau di wilayah sini (Gedangsari) hujan maka jalan baru Clongop akan ditutup. Utamanya saat malam hari,” jelasnya.
Disinggung mengenai penanganan saat ini, menurutnya dari dinas terkait di provinsi masih sebatas melakukan pembersihan material. Untuk penanganan lanjutan masih dalam proses kajian agar di ruas jalan penghubung Klaten-Gunungkidul ini dapat lebih aman dan tidak rawan longsor.
“Sementara dibiarkan saja untuk ke depannya belum ada informasi, itu baru kemarin Sabtu penanganan dan peninjauan,” jelasnya.
Menurut Eko, menghadapi mudik lebaran 2026 jika kondisi tidak hujan maka ruas jalan sisi utara ini bisa digunakan menjadi jalur alternatif para pemudik. Namun demikian pengguna jalan diminta untuk tetap hati-hati dan memperhatikan cuaca.
“Bisa dilewati untuk mudik. Semoga nanti lebaran tidak hujan,” pungkasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
