Pemerintahan
Pemkab Gunungkidul Siapkan Skema WFH, Bupati Pantau Pergerakan ASN Lewat Aplikasi
Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah menyusun rumusan pelaksanaan teknis kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat. WFH diterapkan sebagai upaya efisiensi BBM serta bentuk transformasi sistem kerja digital.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengikuti aturan pemerintah pusat melaksanakan WFH. Adapun kedepan dalam penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi serta kearifan lokal di wilayah Gunungkidul.
Nantinya, dalam penerapan WFH tersebut tida semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat menerapkan sistem kerja jarak jauh. Dipastikan, untuk OPD yang bergerak di bidang pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta layanan di Mal Pelayanan Publik tetap wajib masuk kantor dan memberikan pelayanan secara langsung.
“Untuk pejabat eselon II, eselon III dan Panewu juga tidak diperkenankan menjalankan WFH. WFH bukan berarti tidak bekerja ,” kata Bupati.
Sedangkan OPD non-pelayanan publik diberikan fleksibilitas untuk menerapkan sistem kerja jarak jauh, dengan catatan tetap dapat melaksanakan pertemuan tatap muka apabila terdapat kebutuhan mendesak.
Bupati menegaskan ASN yang menerapkan WFH tetap berkewajiban menjalankan tugasnya secara penuh meskipun tidak berada di kantor.
“Akan dipantau melalui aplikasi mobile yang dapat memonitor aktivitas dan pergerakan ASN selama bekerja dari rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pada prinsipnya dari kebijakan ini adalah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) serta percepatan transformasi sistem kerja digital di lingkungan pemerintahan.
Saat ini, Pemkab Gunungkidul juga tengah melakukan evaluasi kebutuhan BBM di masing-masing OPD. Berdasarkan hasil perhitungan sementara, konsumsi BBM ASN tergolong rendah, yakni sekitar 10 liter per minggu.
“Hitungan Pak Sekda kemarin kebutuhan BBM ASN hanya sekitsr 10 liter untuk seminggu. Sementara kalau di Kota Jogja per hari 5 liter,” jelasnya.
“Ya akan kita lihat bagaimana efektifitasnya WFH dalam kebutuhan BBM. Nanti akan menjadi bahan penentu kebijakan kita,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun rumusan mengenai penerapan WFH tersebut. Nantinya akan dikomunikasikan dengan Sekda DIY sebagai upaya harmonisasi kebijakan.
“Hasil rapat ini nantinya akan dikonsultasikan dengan Sekda DIY agar ada harmonisasi kebijakan bagi ASN di seluruh wilayah DIY, mengingat banyak ASN di Gunungkidul yang berasal dari daerah lain,” terang Sri Suhartanta.
Ia juga menekankan bahwa semangat penerapan WFH tidak hanya sebatas efisiensi BBM, tetapi juga mendorong perubahan pola kerja yang lebih modern. Salah satunya melalui optimalisasi sistem digital, termasuk penggunaan tanda tangan elektronik yang memungkinkan pimpinan mengakses dokumen kapan saja dan di mana saja.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
