Connect with us

Pemerintahan

Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Gunungkidul Masih Rendah, Serapan Masih di Bawah 20%

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul hingga akhir Mei 2026 ini masih tergolong rendah. Dari total alokasi yang disediakan pemerintah untuk tahun ini, pupuk Urea yang telah tersalurkan baru mencapai 2.046,486 ton atau 10,61 persen, sedangkan pupuk NPK mencapai 3.056,598 ton atau 17,72 persen.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan, rendahnya serapan pupuk hingga Mei masih tergolong wajar karena penyaluran menyesuaikan kebutuhan petani berdasarkan musim tanam yang sedang berlangsung.

“Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai kebutuhan petani yang sudah tercantum dalam e-RDKK. Hingga Mei ini realisasinya untuk Urea sekitar 10,61 persen dan NPK sekitar 17,72 persen dari total alokasi yang tersedia,” kata Raharjo, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan lampiran Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Nomor 88 Tahun 2025 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2026, total alokasi pupuk bersubsidi di Gunungkidul mencapai 36.538,3 ton. Rinciannya meliputi pupuk Urea sebanyak 19.288 ton, pupuk NPK 17.241 ton, pupuk NPK khusus kakao 9 ton, serta pupuk organik 0,3 ton.

Berita Lainnya  Klaster Menengok Orang Sakit, Belasan Warga Playen Terpapar Covid19

Raharjo menjelaskan alokasi tersebut telah disusun berdasarkan kebutuhan yang diajukan kelompok tani melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Dengan kuota yang telah ditetapkan, kebutuhan pupuk petani diharapkan dapat tercukupi sepanjang tahun.

“Alokasi ini menjadi dasar penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK. Harapannya kebutuhan pupuk dapat terpenuhi sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujarnya.

Dari sisi distribusi wilayah, Kapanewon Ponjong menjadi penerima alokasi pupuk bersubsidi terbesar. Wilayah tersebut mendapatkan jatah 3.036 ton pupuk Urea dan 3.010 ton pupuk NPK. Selain itu, Ponjong juga menerima alokasi NPK khusus kakao sebanyak 6 ton.

Posisi berikutnya ditempati Kapanewon Semin dengan alokasi 1.821 ton Urea dan 1.671 ton NPK. Disusul Kapanewon Patuk yang memperoleh 1.500 ton Urea dan 1.376 ton NPK serta tambahan 3 ton NPK untuk kakao.

Berita Lainnya  Delapan Sekolah di Gunungkidul Terdampak Bencana Banjir

Sementara itu, Kapanewon Semanu memperoleh alokasi 1.322 ton Urea dan 1.065 ton NPK. Kapanewon Ngawen mendapat 1.253 ton Urea dan 1.040 ton NPK, sedangkan Kapanewon Nglipar menerima 1.070 ton Urea dan 1.030 ton NPK.

Di sisi lain, alokasi pupuk Urea paling sedikit berada di Kapanewon Purwosari, yakni 299 ton. Sedangkan alokasi pupuk NPK terendah tercatat di Kapanewon Tanjungsari dengan kuota 431 ton.

Untuk menjamin pupuk bersubsidi tetap terjangkau, pemerintah juga menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajib dipatuhi kios resmi. Pupuk Urea ditetapkan sebesar Rp 1.800 per kilogram, pupuk NPK Rp 1.840 per kilogram, pupuk NPK khusus kakao Rp 2.640 per kilogram, dan pupuk organik Rp 640 per kilogram.

Berita Lainnya  Dilantik Bupati Hari Ini, 3 Dinas dan Sejumlah Kecamatan Miliki Pemimpin Anyar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi mengingatkan petani agar menebus pupuk bersubsidi melalui kios resmi sesuai alokasi yang tercantum dalam e-RDKK. Selain itu, pengawasan distribusi juga terus dilakukan agar pupuk subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan dalam penyalurannya.

“Yang terpenting pupuk tersedia saat dibutuhkan petani. Kami juga terus melakukan monitoring bersama distributor dan kios agar penyaluran berjalan lancar serta sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata23 jam yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler