Uncategorized
Sajikan Ayam Goreng dan Sayur Lombok Yang Masyur Kelezatannya, Warung Legend Ini Hanya Buka 2 Hari Dalam Sepasar
Semanu,(pidjar.com)— Gunungkidul selain dikenal sebagai surganya wisata juga dikenal sebagai gudangnya kuliner tradisional. Salah satu kuliner yang banyak diburu oleh wisatawan maupun warga lokal adalah Warung Makan Pak Saelan di kompleks Pasar Ngenep, Padukuhan Ngenep, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu.
Warung sederhana yang menyuguhkan makanan khas Gunungkidul ini dirintis sejak 2014 oleh Saelan dan keluarganya. Menariknya, warung makan ini hanya buka pada hari pasaran Pon dan Wage dalam satu siklus lima hari penanggalan Jawa.
Adapun untuk jam bukanya pada pasaran Pon dari dini hingga sore. Kemudian pada Wage buka hanya dini hari saat hari pasaran.
Setiap kali buka, warung ini selalu ramai didatangi pembeli. Tidak hanya warga sekitar, pelanggan juga datang dari berbagai wilayah di luar Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menu yang menjadi andalan di warung sederhana ini adalah ayam kampung goreng. Sebelum digoreng, ayam terlebih dahulu diungkep dengan bumbu bacem semalaman agar bumbu meresap sempurna. Proses memasaknya pun masih sangat sederhana dan tradisional yaitu menggunakan tungku kayu bakar, sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa yang khas.

Menu tersebut biasanya disantap bersama sayur lombok, masakan sederhana yang memiliki cita rasa kuat dan akrab dengan lidah masyarakat Gunungkidul.
Selain ayam goreng kampung dan sayur lombok, Warung Pak Saelan juga menyajikan beragam menu tradisional lain. Ada tahu dan tempe bacem, kulupan daun pepaya yang diolah agar tidak terasa pahit, sayur brongkos, hingga sambal bawang yang menjadi pelengkap wajib.
“Masakannya enak, sayurnya juga beragam ada sayur lombok, gudeg, brongkos gitu,” kata salah seorang pengunjung, Aisya.
Bagi sebagian orang, sajian tersebut mungkin terlihat sederhana dan biasa dimasak oleh warga Gunungkidul. Namun, justru cita rasa tradisional itulah yang membuat warung ini memiliki pelanggan setia.
Menu seperti puli tempe dan jadah juga tidak pernah absen. Makanan tradisional tersebut menjadi salah satu hidangan yang banyak dicari oleh pelanggan yang ingin merasakan masakan khas pedesaan dengan cita rasa autentik.
Sensasi menikmati makanan di Warung Pak Saelan terasa semakin lengkap ketika disandingkan dengan teh poci panas dan gula batu. Perpaduan sederhana itu seolah membawa pengunjung kembali pada suasana makan di rumah atau warung-warung tradisional masa lalu.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
