Connect with us

Uncategorized

Belasan Ibu Hamil di Gunungkidul Reaktif Hepatitis B

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat upaya pencegahan penularan hepatitis melalui skrining rutin terhadap ibu hamil. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi utama untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu kepada bayi sekaligus memastikan penanganan pasien dilakukan sedini mungkin.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr. Yuyun Ika Pratiwi, mengatakan penyakit hepatitis terdiri dari beberapa jenis, yakni Hepatitis A, B, dan C.

Hepatitis A ditularkan melalui jalur oral akibat makanan, minuman, sanitasi, dan higiene yang kurang baik. Penyakit ini umumnya dapat sembuh dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hingga saat ini, Kabupaten Gunungkidul belum menemukan kasus Hepatitis A.

Sementara itu, Hepatitis B dan C menjadi perhatian khusus karena penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, hingga penularan dari ibu kepada bayi saat persalinan.

Berita Lainnya  Libur Panjang Dongkrak Pariwisata Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,7 Miliar dalam Empat Hari

“Dalam penanganannya, Hepatitis B dan C harus mengikuti standar pelayanan kesehatan dan prosedur yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Kami terus mengedepankan upaya pencegahan, salah satunya melalui skrining pada ibu hamil untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi,” ujar Yuyun.

Berdasarkan data, di tahun 2025 sebanyak dari 5.160 ibu hamil di Gunungkidul yang melakukan pemeriksaan Hepatitis B, ditemukan 17 orang dengan hasil reaktif. Sementara di tahun 2026 ini terhitung dari bulan Januari sampai dengan Juni, dari 1.645 ibu hamil yang telah diperiksa, sebanyak 12 orang dinyatakan reaktif Hepatitis B.

“Untuk yang reaktif ini kemudian terus kami pantau perkembangannya, rutin pemeriksaan dan pengobatan,” kata Yuyun.

Keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh respons tubuh pasien dan tingkat keparahan penyakit. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi sangat penting, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil.

Berita Lainnya  Siapkan Aturan Baru Bagi Pelanggar Aturan Tata Ruang, Pemkab Juga Siapkan Reward Khusus

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr. Wanda Abrar, mengatakan kasus hepatitis tetap perlu diwaspadai. Meski penyakit tersebut dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, hepatitis juga berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

“Hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat hepatitis di Gunungkidul. Namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan melalui edukasi, deteksi dini, dan pemantauan pasien,” katanya.

Wanda mengatakan, Dinas Kesehatan juga terus mengoptimalkan edukasi mengenai faktor risiko hepatitis, deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemantauan pasien, serta pemberian vaksinasi dan tindak lanjut bagi bayi yang lahir dari ibu dengan hasil reaktif Hepatitis B maupun Hepatitis C.

Berita Lainnya  Keluhan Pelayanan Puskesmas Semin I, Anak Demam Tinggi Hanya Dapat Obat Ternyata Infeksi Paru-paru

Selain itu, seluruh puskesmas diminta aktif mengingatkan masyarakat, khususnya ibu hamil, agar menjalani pemeriksaan darah secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan.

“Dinas juga melakukan validasi data untuk mencocokkan laporan kasus dari masing-masing fasilitas kesehatan sehingga menghasilkan data yang akurat,” tambah dia.

Validasi data hepatitis menjadi langkah penting dalam penyajian data yang akurat untuk mendukung efektivitas perencanaan program pencegahan, pengobatan, dan pengendalian hepatitis di Kabupaten Gunungkidul.

“Penguatan layanan pengobatan juga dilajukan untuk menekan risiko penularan hepatitis di masyarakat,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler