Hukum
Bobol Toko dan Gasak Uang Tunai Rp 10 Juta, Dua Orang Diringkus Petugas
Saptosari,(pidjar.com)–Jajaran Polsek Saptosari berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang meresahkan warga. Dua pelaku berinisial RNA dan NP kini diamankan setelah diduga melakukan aksi pembobolan di sejumlah toko di wilayah Saptosari hingga Panggang.
Kapolsek Saptosari AKP Sigit Tedja Sukmana menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan pencurian di Toko Kelontong dan Toko Bangunan Daffa di Kalurahan Krambilsawit. Kejadian tersebut diketahui pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat korban mendapati toko dalam kondisi berantakan.
“Pintu belakang toko sudah rusak. Setelah dicek, uang tunai dan sejumlah barang dagangan hilang,” ujar Kapolsek dalam rilis di Polres Gunungkidul, Rabu (8/4/2026).
Dari hasil pendataan, pelaku menggasak uang tunai sekitar Rp10 juta serta berbagai barang seperti rokok, korek api, tas, dan dompet. Total kerugian ditaksir mencapai Rp12 juta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Saptosari langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan intensif. Hasilnya, kedua pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap pada Jumat (6/3/2026) di rumah salah satu pelaku di wilayah Krambilsawit.
“Dari penangkapan tersebut, kami mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan, termasuk uang tunai, tas, dompet, serta sepeda motor yang digunakan pelaku,” jelasnya.
Polisi juga menyita alat yang digunakan untuk membobol toko seperti palu dan peralatan lainnya. Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku tidak hanya beraksi di satu lokasi, tetapi juga di sejumlah TKP lain.
Aksi serupa dilakukan di beberapa toko di wilayah Krambilsawit, termasuk di Padukuhan Pringwulung dengan sasaran uang, alat bangunan, hingga handphone. Selain itu, sebuah toko kelontong yang juga menjadi pangkalan LPG di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang turut menjadi sasaran.
Kapolsek mengungkapkan, modus yang digunakan pelaku adalah merusak pintu toko yang digembok, lalu masuk dan mengambil barang berharga saat kondisi sepi, terutama pada malam hari.
“Uang hasil pencurian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, membeli makanan, minuman keras, serta membayar utang,” ungkap AKP Sigit.
Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sistem keamanan toko maupun rumah dalam kondisi baik guna mencegah tindak kejahatan serupa.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
