Connect with us

Sosial

Bukit Jagung Dijejali Ribuan Pengunjung Setiap Harinya, Warga Setempat Mulai Buka Lapak

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hadirnya spot selfie berupa hamparan bukit jagung di Desa Giring, Kecamatan Paliyan menarik perhatian masyarakat. Setiap harinya, lokasi tersebut ramai oleh kunjungan wisawatan. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mengais rezeki. Mulai dari pedagang makanan ringan hingga jasa foto, parkir dan penyewaan caping (topi tani) kini hadir di lokasi tersebut.

Munculnya pasar tiban di sekitar lokasi tersebut memang sama sekali tak disangka. Siapa yang mengira jalan tersebut akan ramai oleh wisatawan jika melihat pada masa lalu lokasi tersebut hanyalah sebuah hutan jati.

Seperti yang dilakukan oleh Rudi Kurniawan dan Suprapti warga Padukuhan Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan itu. Sejak hits beberapa waktu lalu mereka membuka warung di sekitar lokasi. Warung yang dibuat sendiri sangat sederhana lantaran hanya menempatkan bangku kecil di lereng bukit.

Sejumlah makanan ringan, minuman kemasan hingga kelapa muda tersedia di lapaknya itu. Tak salah memang ide yang mereka cetuskan itu, sebab jumlah kunjungan wisatawan setiap harinya semakin bertambah dan warung mereka pun juga ramai dikunjungi.

Berita Lainnya  Sebar Info Hoax Klinik Rawat Pasien Positif Corona, Pak RW Minta Maaf

“Inisiatif saja, setelah meminta izin ternyata boleh berjualan. Karena juga mereka (wisatawan) kebingungan jika mau jajan jauh dari warung,” kata Suprapti, Sabtu (12/01/2019).

Suprapti sendiri tidak bisa full time berjualan di lokasi itu setiap harinya. Sebab kesehariannya, ia merupakan seorang guru. Baru pada sore hari kemudian ia membantu suaminya berjualan di kawasan bukit jagung.

“Kalau paginya suami saya biasanya sore baru ke sini,” kata dia.

Menurutnya, dagangan yang ada di lapaknya itu ramai diburu oleh pengunjung. Terutama dagangan berupa minuman.

“Es kelapa muda, es teh, air mineral kemasan itu pasti selalu habis. Hasilnya pun lumayan,” kata dia.

Tak hanya minuman saja, pengunjung juga kini dimanjakan dengan adanya jasa fotografi di bukit jagung. Terlebih, kini dengan dibuatnya gardu pandang di salah satu bukit, menambah kemudahan dalam mencari sudut pengambilan gambar.

Berita Lainnya  Nelayan Baron Panen Raya Ikan Tongkol Hitam

Salah seorang penyedia jasa foto, Ujang warga Padukuhan Bulu, Desa Giring, Kecamatan Paliyan mengungkapkan bahwa banyak wisatawan yang kadang kesulitan untuk mengambil gambar dengan view lebar. Maka dari itu, kecanggihan teknologi dalam kamera digital dimanfaatkannya untuk menuruti kebutuhan fotografi pengunjung.

“Tidak perlu repot lagi, kalau mau foto di mana saja bisa, untuk ongkosnya murah kok tidak mahal. Nanti hasil jepretan bisa langsung ditransfer di hp milik pengunjung,” ujar dia.

Padatnya jumlah kunjungan wisatawan membuat dua karangtaruna di Padukuhan Pulebener dan Padukuhan Nasri, Desa Giring berinisiatif untuk menata kendaraan di sebuah titik. Sehingga, kondisi arus lalu lintas tidak tersendat. Di sekitar lokasi, memang cukup berpotensi terjadi kemacetan. Pasalnya, jalan di lokasi tersebut cukup sempit.

Berita Lainnya  Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp 10 Ribu per Anak, DPR RI : Harus Berkualitas

“Ada dua titik parkir yang kita kelola bersama. Bukan apa-apa ini hanya untuk kelancaran lalu lintas saja,” kata koordinator karangtaruna, Martono.

Ia mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan setiap harinya mengalami peningkatan. Bahkan menurutnya, jumlahnya bisa sampai ribuan.

“Mulai ramai itu dari pagi, tapi mulai sesak itu jam 1 siang sampai sore. Kalau dijumlah mungkin ada 5 ribuan orang per hari,” kata dia.

Sementara itu, Polisi Kehutanan (Polhut) setempat, Samido mengatakan bahwa lahan di sekitar bukit-bukit ini boleh dipergunakan untuk berjualan atau pun parkir. Dengan catatan, tidak merusak tanaman ataupun bentuk lahan.

“Selain itu juga kebersihan. Kita selalu menghimbau kepada karangtaruna yang ada di lokasi untuk melakukan 2 kali pembersihan yakni siang hari dan sore hari setelah pengunjung pulang. Sampah-sampah harus dikumpulkan dalam karung,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler