Peristiwa
Peringati Hari Santri, dari Gunungkidul Menuju Indonesia Baldatun Thoyyibatun Warobun Ghofur
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tak kurang dari 25000 orang tumpah ruah memadati Alun-Alun Pemkab Gunungkidul, Sabtu malam (19/10/2019). Takbir dan lantunan shalawat yang dipimpin oleh Habib Abdullah bin Umar Assegaf serta Habib Muhammad Zein Rifqi bin Ahmad Al Jailani bergema dari setiap bibir jamaah nahdliyin yang hadir. Apalagi hentakan 313 rebana yang ditabuh para santri pondok pesantren di Gunungkidul menambah semangat hadirin. Sebelumnya, KH Ahmad Zabidi Marzuqi dari Ponpes Giriloyo, Imogiri memimpin ikrar Ijazah Kubro Wali Kutub yang diikuti oleh segenap santriwan santriwati.
Dalam acara yang dihadiri Bupati Gunungkidul, Hj Badingah lengkap dengan jajaran Forkopimda hingga Mayor Sunaryanta, puluhan ribu jamaah nahdliyin kompak bershalawat mengumandangkan pujian dan limpahan syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW. Sesuai tema peringatan tahun ini, santriwan santriwati se Indonesia bershalawat untuk perdamaian dunia.
“Peringatan hari santri malam ini adalah ungkapan rasa syukur umat Islam kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmad dan karunianya. Selain itu dalam kesempatan ini, dengan doa puluhan ribu umat ini kami memohon turunnya hujan bagi sanak saudara kita di Bumi Gunungkidul yang sedang dilanda kekeringan,” kata KH Arif Gunadi, Tanfidziah PC NU Kabupaten Gunungkidul.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Hj Badingah dalam sambutan singkatnya menyatakan bahwa peringatan hari santri adalah wujud pengakuan pemerintah atas perjuangan ulama dan santri dalam menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Momentum ini kita harapkan dapat membangkitkan dan mendorong semangat santri untuk meningkatkan dan mengembangkan mental spiritual umat dalam bingkai Pancasila dan UUD 45,” terang Badingah.
Semangat para santri dalam syiar Islam, lanjut Badingah, harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan. Fakta bahwa pesantren adalah laboratorium besar untuk mendidik dan menyemai ajaran Islam adalah rahmatan lil alamin. Semangat dan motivasi inilah yang harus diambil santri untuk berkontribusi demi menegakkan perdamaian dunia.
“Saya yakin santri abad millennial ini dan yang akan datang mampu mewarisi semangat juang para pendahulunya dalam membangun Negara Indonesia menjadi bumi yang baldatun thoyyibatun waarobun ghafur,” tegas Bupati.
Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, Dr KH Musthofa Aqil Siroj, Lc MA dalam mauidhotul hasanah yang disampaikannya mengisahkan betapa besar peran ulama, kyai dan santri dalam mewujudkan kemerdekaan NKRI sekaligus mempertahankannya dari rongrongan berbagai pihak.
“Sejarah telah mencatat bahwa para kyai dan santri telah mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kini para santri diharapkan dapat meneladani semangat jihad cinta tanah air, rela berkorban untuk bangsa dan negara sebab berjuang membela Tanah Air adalah wajib,” kata Musthofa Aqil Siroj.
Lebih lanjut disampaikannya, sejarah lahirnya Hari Santri Nasional diambil dari resolusi jihad yang dicetuskan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Hal ini dilakukan untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945.
“Dalam resolusi itu KH Hasyim Asy’ari menyerukan kepada segenap kyai dan santri bahwa membela tanah air dari penjajah itu hukumnya fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap individu,” tegasnya.
Apa yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari ini membakar semangat kyai dan santri hingga memunculkan perlawanan dimana-mana. Pertempuran meletus di Surabaya hingga menewaskan Jenderal Mallaby bersama ribuan prajuritnya. Tapi disisi yang sama, ribuan umat Islam juga gugur membela tanah air.
“Oleh Presiden Jokowi resolusi jihad nya KH Hasyim Asy’ari itu kemudian ditetapkan menjadi Hari Santri Nasional dan itu wajib kita syukuri sekaligus menggelorakan kembali semangat resolusi jihadnya KH Hasyim Asy’ari,” pungkas Musthofa Aqil.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
