Sosial
Dianggap Masih Rawan Stunting, 10 Kalurahan Ini Diguyur Program Pemerintah
Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan 10 kalurahan sebagai lokasi penanganan stunting pada tahun 2026 ini. Nantinya, sejumlah program akan menyasar kalurahan-kalurahan tersebut untuk menekan jumlah balita stunting atau kerdil agar tumbuh kembangnya maksimal.
Plt Kepala Bappeda Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan, Bupati Gunungkidul telah mengeluarkan SK nomor 147 tahun 2025 tentang kalurahan lokasi fokus prioritas penanggulangan stunting tahun 2026. Terdapat 10 kalurahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni Kalurahan Pacarejo, Semanu, Dadapayu, Ngeposari yang terletak di Kapanewon Semanu.
Kemudian Kalurahan Semin di Kapanewon Semin; Kalurahan Ngalang, Tegalrejo, Hargomulyo di Kapanewon Gedangsari. Yang lainnya adalah di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari; dan Kalurahan Giripurwo di Kapanewon Purwosari.
“Kita fokuskan di 10 kalurahan tersebut,” papar Agus, Kamis (19/02/2026) siang.
Menurutnya, dalam penentuan fokus ini memperhatikan beberapa hal, diantaranya jumlah balita sangat pendek dan pendek di masing-masing kalurahan, prevalensi stunting, jumlah ibu hamil kurang energi kronik (KEK), prevalensi ibu hamil KEK, presentase unmet need, serta jumlah rumah tangga mendapat akses minum layak.
“Sudah kami petakan berdasarkan standar yang ada,” ucapnya
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam penanganan stunting di daerah menurutnya perlu kerjasama yang baik oleh lintas sektoral baik dari lintas organisasi perangkat daerah, kalurahan dan kapanewon, organisasi masyarakat atau pihak swasta, akademisi, serta masyarakat sendiri.
“Seluruh sektor harus bergerak dan bersinergi dalam satu irama dan tujuan untuk pencegahan dan penurunan stunting,” jelasnya.
“Untuk program yang akan dijalankan seperti apa, nanti masing-masing OPD memiliki program unggulan. Secara rinci masih menunggu desk yang akan dilakukan, namun secara garis besar harus mengacu pada program strategis bupati,” jelasnya.
Agus Mantara menambahkan, berkat kerjasama yang baik dan kesadaran masyarakat untuk merubah pola pikir, pola asuh, dan lebih peduli dengan kesehatan, angka stunting di Gunungkidul saat ini terus menunjukkan trend penurunan.
Berdasarkan data, di tahun 2022 lalu SSGI/SKI stunting di Gunungkidul yakni 23,5 persen. Kemudian di tahun 2023 turun menjadi 22,2 persen dan di 2024 turun menjadi 19,7 persen.
Sementara itu, Lurah Giripurwo, Purwosari, Supriyadi mengatakan, pihaknya telah menerima SK atas penetapan kalurahan Giripurwo menjadi lokus penanganan stunting. Berdasarkan data, jumlah balita di Kalurahan tersebut sekitar 450 anak. Dari jumlah tersebut, 31 diantaranya hasil pemetaan dari Puskesmas masuk dalam kategori stunting. Maka dari itu, penanganan bersama akan dilakukan untuk mengurangi dan mencegah kasus stunting.
“Faktornya ada banyak, mulai dari pertumbuhannya tidak maksimal jadi tinggi badan dengan usianya tidak sesuai. Kemudian ada juga yang berat badan kurang, kemudian pola asuh yang kurang maksimal contohnya misal anak tidak mau makan ya cuma dikasih semaunya saja jadi tumbuh kembangnya kurang,” ucap Supriyadi.
Dari pemerintah kalurahan sendiri selama ini juga telah memberikan perhatian khusus pada kasus stunting. Mulai dari pemberian makanan tambahan seminggu sekali pada anak-anak stunting, pemberian madu, obat-obatan hingga edukasi terhadap para orang tua.
“Program terus berjalan setiap tahunnya dengan anggaran dari desa. Dengan adanya perhatian khusus dari Pemkab Gunungkidul kedepannya semoga lebih optimal pencegahan dan penanganannya, sehingga tumbuh kembang anak sesuai dan sehat,” tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
