Peristiwa
Fenomena Sinkhole Kembali Muncul di Gunungkidul, Lahan Pertanian Selebar 10 Meter Ambles
Girisubo,(pidjar.com)- Fenomena tanah amblas atau sinkhole kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul. Pada Kamis (30/4/2026) ladang Jomblang, Padukuhan Banagung, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo amblas sedalam 5 meter dengan panjang kurang lebih 10 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama di lokasi tersebut. Pada Maret 2026 lalu, tanah amblas sempat terjadi dengan ukuran sekitar 2 x 2 meter dan kedalaman 3 meter. Namun akibat hujan yang terus mengguyur pada Kamis, (30/04/2026) di lahan tersebut kembali terjadi amblesan tanah.
Tambahan amblesan tanah yang terjadi pun signifikan menjadi sekitar 10 x 8 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter.
“Peristiwa ini terjadi saat hujan deras. Di lokasi terlihat adanya pusaran air sebelum akhirnya tanah ambles,” jelas Edy Winarta.
Sebagai langkah antisipasi, petugas telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat. Hal ini dilakukan mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika terjadi amblasan susulan.
Diketahui, lahan yang terdampak merupakan milik dua warga setempat. BPBD bersama pemerintah kalurahan dan masyarakat akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi di lokasi, mengingat potensi perluasan masih cukup tinggi seiring intensitas hujan yang masih sering terjadi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan, fenomena sinkhole memang kerap terjadi di kawasan selatan Gunungkidul, seperti di Kapanewon Rongkop, Girisubo, Tanjungsari, Tepus, Saptosari, Panggang, Paliyan, Ponjong, hingga Purwosari.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik geologi wilayah yang didominasi batuan kapur dengan rongga atau gua bawah tanah. Saat hujan turun, tanah di permukaan dapat tergerus dan masuk ke dalam rongga tersebut hingga menyebabkan ambles.
“Hampir setiap tahun terjadi kejadian serupa, sebagian besar di lahan pertanian. Tahun 2026 ini sudah tercatat tiga kejadian, yakni di Tanjungsari, Panggang, dan Girisubo,” ujar Purwono.
Dalam penanganannya, BPBD selama ini melakukan asesmen lokasi, pemasangan tanda peringatan, serta edukasi kepada masyarakat. Selain itu, BPBD juga telah berkolaborasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait fenomena tanah amblas di Gunungkidul.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, serta segera melaporkan jika ditemukan tanda-tanda awal terjadinya tanah amblas di lingkungan sekitar.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
