fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gelombang Pasang Akan Kembali Terjadi, Ketinggian Diperkirakan Capai 6 Meter

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hingga lebih dari sepekan, cuaca buruk masih terus menaungi kawasan Pantai Selatan. Setelah beberapa waktu lalu gelombang pasang mengamuk dan menghantam kawasan sempadan pantai sehingga menimbulkan kerusakan hingga ratusan juta, gelombang pasang diperkirakan akan masih terus terjadi secara massif. Berdasarkan data yang diterima, kawasan pesisir Gunungkidul akan kembali mendapatkan hantaman gelombang pasang tersebut pada seminggu ke depan. Sejumlah warga di kawasan pantai kini telah bersiap diri mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat kenaikan gelombang secara ekstrim tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, potensi fenomena meningginya gelombang laut secara signifikan di pesisir selatan ini diperkirakan terjadi pada 23-29 Juli 2018. Berdasarkan update dinamika atmosfer terakhir pada tanggal 23 Juli 2018 pukul 16.00 WIB, terpantau beberapa pusat tekanan rendah di belahan bumi bagian Utara terutama di Laut China Selatan sebelah Timur Vietnam (996 hPa) dan pusat tekanan tinggi di belahan bumi bagian Selatan terutama di sekitar perairan sebelah Timur Sydney, Australia sebesar 1023 hPa.

Berita Lainnya  Panik Kepergok Warga Saat Curi Murai Batu, Motor Maling Apes Ketinggalan di Rumah Korbannya

"Kondisi ini (perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian Utara dan Selatan) berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 35 km/jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir Selatan," kata Edy menyampaikan informasi dari BMKG DIY, Selasa (24/07/2018).

Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 25 Juli 2018 dengan ketinggian 7 meter. Sedangkan untuk hari ini gelombang diprediksi mencapai 6 meter.

Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, pihaknya menghimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang. Para nelayan untuk sementara waktu dihimbau agar tidak melaut lantaran memang sangat berbahaya.

Nelayan, Pelaku Usaha di Pesisir Selatan dan SAR Siap Hadapi Gelombang Tinggi

Merespon adanya peringatan dini terkait gelombang tinggi tersebut, sejumlah nelayan telah melakukan upaya antisipasi dengan tidak melaut. Selain itu, untuk mencegah terjadinya kerusakan kapal nelayan saat ini mengamankan kapalnya ke lokasi yang lebih tinggi.

"Jangan sampai seperti beberapa waktu lalu ada kapal yang rusak. Saat ini upaya yang kami lakukan dengan mengikat kapal serta jaring diikat dengan pohon yang jaraknya jauh dari pantai," ujar salah seorang nelayan di Pantai Drini, Gunardi.

Berita Lainnya  Senapan Angin Mendadak Meletus Saat Bercanda, Perut Penjual Makanan Luka Parah

Sementara itu Koordinator SAR Satlimas Wilayah I, Sunu Handoko mengatakan sejumlah nelayan di wilayah timur sudah berhenti melaut sejak satu minggu terakhir. Pedagang yang memiliki lapak atau warung di tepi pantai telah mengevakuasi barang-barang berharganya.

"Hanya antisipasi saja, kalau sesuai perkiraan tanggal 24-25 ini mencapai puncaknya," kata Sunu.

Sama halnya dengan apa yang disampaikan Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin peka terhadap himbauan adanya perkiraan gelombang tinggi. Hal itu terbukti dengan minimnya dampak kerugian materi yang dialami oleh sejumlah pelaku usaha maupun nelayan.

"Yang menjadi perhatian adalah cor beton pipa milik PDAM Tirta Handayani yang tergerus air. Untuk mengantisipasi itu kemarin sudah kita pasang karung berisi pasir. Jangan sampai pipa putus, sebab tiga kecamatan yakni, Paliyan, Saptosari dan Tanjungsari biaa kesulitan air bersih," pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler