Peristiwa
Pamong dan Penjaga Kantor Kalurahan Diduga Selingkuh, Lurah: Keduanya Undur Diri Langsung
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasak-kusuk beredar kabar miring di lingkup Pamong Kelurahan Playen, Kapanewon Playen kini terjawab sudah. Dugaan adanya perselingkuhan antara oknum pamong dengan panjaga kantor kalurahan sampai pada babak akhir setelah keduanya memberikan pengakuan yang berujung pengunduran diri.
Singkat informasi yang berhasil digali, kabar dugaan perselingkuhan tersebut mencuat sudah sejak beberapa waktu yang lalu. Namun kabar hanya sebatas kabar dan saling mengawasi lantaran tidak bisa menemukan bukti. Sampai pada akhirnya pekan lalu, istri penjaga kantor menangis pada siang hari dan menceritakan semuanya kepada Lurah Playen, Surahno didampingi pamong lainnya.
Saat itu juga penjaga kantor, sebut saja S, pria berusia sekitar 40 tahun itu dipanggil oleh lurah di ruangannya. Pun secara bersamaan, lurah juga meminta oknum pamong, N (38) tahun untuk datang ke ruangan. Pada akhirnya keduanya mengaku memiliki hubungan asmara dan berujung hubungan intim yang dilakukan di lingkungan kantor kalurahan.
Mendengar pengakuan itu, Lurah Surahno segera meminta keduanya membawa pasangan resminya masing-masing dan disaksikan oleh pamong lainnya datang ke kantor kalurahan untuk mendengar pengakuan tersebut.
Lurah Playen, Surahno ketika dikonfirmasi membenarkan persoalan itu. Diapun mengatakan secara kesadaran, kedua anak buahnya langsung melayangkan surat permohonan pengunduran diri.

“Sedikitpun tidak ada paksaan dari kami (pemerintah kalurahan) untuk mengundurkan diri,” katanya, Senin ( 19/4/2021).
Musyawarah yang dilakukan lurah dan pamong bersama dua oknum tersebut pada akhirnya berujung damai dengan kesadaran masing-masing. Dari kedua belah pihak tidak ada tuntutan lantaran kejadian sudah berlangsung. Sehingga mereka pun memutuskan diselesaikan dengan kekeluargaan.
“Kabeh keluarga pada legawane (semua keluarga sama sama menerima)” tegasnya.
Saat ini surat pengunduran diri tinggal menunggu rekomendasi saja. Untuk selanjutnya ketugasan dari kedua oknum kosong dan masih menunggu SK pelaksana tugas.
“Semoga dari kejadian ini menjadi pembelajaran pamong lainnya dan tidak terulang lagi,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
