Peristiwa
Penyakit Jantung Diduga Kambuh, Manula Ditemukan Meregang Nyawa di Ladang Sepi
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seorang manula ditemukan tergeletak dalam kondisi tak bernyawa di sebuah ladang tak jauh dari kediamannya pada Sabtu (28/07/2018) petang kemarin. Diduga, Narno Miharjo (63) warga Padukuhan Jelok, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari tersebut meninggal dunia lantaran penyakit jantungnya kambuh ketika beraktifitas di ladang.
Kapolsek Gedangsari, AKP Edi Purnomo menerangkan, Narno sendiri telah pergi meninggalkan rumah sejak subuh. Sekitar pukul 04.30 WIB, korban berpamitan hendak berladang. Lantaran hal tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan, saat itu tak ada kecurigaan dari pihak keluarga.
Keluarga sendiri baru panik lantaran ditunggu hingga siang hari, tak biasanya korban tak kunjung pulang. Lantaran khawatir, keluarga lantas bersama dengan sejumlah tetangga melakukan pencarian.
“Karena tak ada kabar, keluarga lantas meminta bantuan kepada tetangga untuk melakukan pencarian,” terangnya, Minggu (29/07/2018) siang.
Penelusuran lantas dilakukan dengan menyisir ladang-ladang di sekitar kediaman korban. Setelah beberapa waktu pencarian, sekitar pukul 16.00 WIB, akhirnya korban ditemukan di ladang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.
Ketika ditemukan, Narno sudah dalam kondisi terbujur kaku tergeletak. Ketika dilakukan pengecekan, sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan di tubuh korban.
“Warga lantas melapor kepada kami,” beber Edi.
Mendapatkan laporan tersebut, anggota polisi bersama sejumlah petugas dari Puskesmas Gedangsari kemudian datang ke lokasi penemuan mayat untuk melakukan pemeriksaan. Menurut Edi, dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda ganjil, termasuk diantaranya kekerasan di tubuh korban.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga serta hasil pengamatan medis, diduga kematian Narno disebabkan oleh penyakit lemah jantungnya mendadak kambuh.
“Kondisi ladang memang sangat sepi sehingga kemudian tak ada satupun warga yang melihat dan memberikan pertolongan dan akhirnya korban meninggal dunia di tempat kejadian,” imbuhnya.
Jenazah korban sendiri langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Keluarga dalam hal ini telah menganggap naas yang menimpa Narno sebagai musibah dan tidak akan mengajukan tuntutan kepada pihak manapun.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
