fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gunungkidul Dikepung Bencana Kemarin, 30 Bencana Terjadi Dalam Sehari

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Wilayah Gunungkidul pada Senin (09/03/2020) kemarin dikepung bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat puluhan kejadian bencana alam yang terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Gunungkidul sepanjang Senin. Kejadian bencana sendiri didominasi oleh pohon tumbang. Kendati demikian, sederet peristiwa tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa ataupun luka.

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, dalam satu hari kemarin tercatat sejak pukul 00.00 WIB hingga malam tadi, ada 30 kejadian bencana alam yang dilaporkan ke Pusdalops BPBD Gunungkidul. Kejadian sendiri berlangsung ketika sebagian wilayah di Gunungkidul diguyur hujan deras, petir serta angin kencang.

“Ada 28 kejadian pohon tumbang, hampir semua kecamatan ada yakni di Playen, Karangmojo, Purwosari, Girisubo, Tanjungsari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Tepus, Semin, terbanyak di wilayah Playen,” kata Edy, Selasa (10/03/2020).

Ia mengatakan, selain pohon tumbang, intensitas hujan yang cukup lama menyebabkan peristiwa tanah longsor di wilayah Ngoro-oro, Kecamatan Patuk dan di wilayah Kecamatan Nglipar. Untuk di wilayah Ngoro-oro, rumpun bambu yang longsor memutup akses jalan. Sedangkan, di wilayah Nglipar, talud bangunan TK mengalami longsor.

Berita Lainnya  Diburu Tiga Hari, Anak Istri Grebek Bapak Berduaan di Kos dengan Wanita Lain

“Dalam kejadian kemarin berakibat pada akses jalan terganggu, rumah rusak serta fasilitas umum lainnya juga terganggu,” terang dia.

Dalam proses evakuasi sejumlah kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bekerja sama dengan relawan, warga dan sejumlah pihak lainnya. Pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap situasi kondisi saat musim penghujan seperti ini.

“Perlu waspada dengan durasi hujan cukup lama ini dan kondisinya hampir merata di Gunungkidul,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, dalam rentetan kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa ataupun luka. Namun begitu kerugian akibat bencana alam Senin kemarin mencapai lebih dari Rp 81 juta.

BPBD secara resmi juga memberikan himbauan saat musim penghujan dan ketika puncak musim hujan, perlu diwaspadai terjadinya angin kencang, petir dan hujan lebat berdurasi singkat yang sporadis. Fenomena ini lazim terjadi pada awal musim atau peralihan musim.

Berita Lainnya  Dihantam Motor, Kakek Tanpa Identitas Meregang Nyawa

Perlu dilakukan antisipasi kemungkinan terjadi bahaya tanah longsor yang dipicu intensitas dan frekuensi hujan yang tinggi di pemukiman penduduk yang berada di lereng perbukitan yang cukup terjal dan jalan yang berada pada lereng perbukitan.

Kemudian, perlu pula dilakukan antisipasi kemungkinan terjadinya banjir di kawasan yang ditengarai rawan banjir. Selain itu juga dilakukan antisipasi kemungkinan terjadinya pohon tumbang dengan penataan, perempesan, pemangkasan pohon yang rawan tumbang.

“Jika ada awan gelap abu-abu kehitaman putuskan antena televisi luar, kalau tidak yakin sistem pengamanan petir berjalan baik,” pungkas Edi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler