fbpx
Connect with us

Kriminal

Hanya Pasrah Saat Penggendam Copot Kalung Emasnya, Sukiyem Merugi Hingga Jutaan Rupiah

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Pelaku gendam saat ini semakin meresahkan masyarakat Gunungkidul khususnya kalangan lansia. Hampir setiap hari terjadi kasus penggendaman bermodus penyamaran petugas pendata bantuan pemerintah. Selasa (03/08/2021), penjahat yang saat ini tengah diburu polisi beraksi di rumah Sukiyem (70) warga Padukuhan Bogor, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen. Dalam kejadian pagi tadi, pria tak dikenal tersebut berhasil membawa kabur perhiasan seberat 10 gram yang bernilai jutaan rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 09.00 WIB. Mulanya, Sukiyem yang tengah mencuci piring, mendengar ada orang yang mengucapkan salam di depan pintu rumahnya. Ia kemudian keluar untuk menemui tamu itu. Kemudian pria tidak dikenal itu masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.

Sempat ngobrol sebentar, kemudian pria itu memperkenalkan diri sebagai petugas kecamatan atau kapanewon yang tengah mendata warga penerima bantuan. Dia lantas menghampiri Sukiyem dan langsung mencopot kalung yang dikenakan korban.

“Sebenarnya saat dia mendekat saya sudah bilang jangan dekat-dekat. Tapi dia tetap mendekat dan langsung mencopot kalung saya, katanya mau diukur sebelum bantuan diberikan ke saya,” kata Sukiyem, Selasa siang.

Saat peristiwa yang terjadi begitu cepat tersebut, Sukiyem merasakan ada hal yang aneh. Di mana dirinya seolah tidak bisa berbuat banyak, fokusnya hilang dan hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh pria tidak dikenal itu. Setelah mendapatkan kalung seberat 10 gram, pelaku kemudian pamit dan berkata agar Sukiyem menunggu bantuan yang akan segera diberikan oleh Pemerintah Kapanewon.

Mulanya dia belum menyadari jika menjadi korban penipuan, dia kemudian keluar rumah untuk berbelanja di tukang sayur keliling. Dia kemudian menceritakan apa yang baru saja dialaminya kepada sejumlah warga. Dari situ dia baru sadar jika menjadi korban penipuan oleh orang tidak dikenal.

“Saya cerita ke tukang sayur langganan saya kemudian dikasih tahu kalau saya ditipu. Terus saya pulang bilang anak saya kalau tadi ada orang yang datang mencopot kalung saya,” terang dia.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke RT, Dukuh, dan Bhabinkamtibmas setempat. Mendapati ada warganya yang sedang mengalami kejadian penipuan sehingga mengalami kerugaian hingga jutaan rupiah, Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Kapolsek juga datang sembari memberikan bantuan sembako kepada korban.

“Akan kami selidiki mengenai perkara ini. sebelumnya, beberapa hari lalu juga ada kejadian serupa. Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan,” jelas AKP Hajar Wahyudi.

Menurutnya selama beberapa pekan ini, di Kapanewon Playen sudah terjadi 4 kasus penipuan dengan modus serupa. Ada 2 korban yang berhasil lucutii perhiasannya dan 2 orang lainnya tidak jadi ditipu. Sebab saat itu warga yang ditemui oleh pelaku tidak mengenakan perhiasan sehingga pelaku langsung pergi.

“Ada indikasi pelaku ini merupakan jaringan, tapi kami masih melakukan penyelidikan mendalam,” tambah dia.

“Saya menghimbau masyarakat lebih hati-hati dan waspada saat menerima tamu yang tidak dikenal,” pesan Kapolsek.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, Iptu Riyan Permana menambahkan, pihaknya memberikan perhatian penuh berkaitan dengan rentetan kasus penggendaman yang marak terjadi di wilayah Gunungkidul. Saat ini, jajaran di Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Gunungkidul masih terus melakukan pendalaman terkait dengan kasus penggendaman ini. Selain itu, ia juga telah memerintahkan Tim Opsnal untuk terjun ke lapangan memburu pelaku.

“Masih kami lakukan penyelidikan,” ucap Kasat Reskrim.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler