fbpx
Connect with us

Kriminal

Tukang Gendam Beraksi Lagi, Lucuti Perhiasan Lansia

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kasus penipuan dengan modus menyamar sebagai pegawai Kapanewon yang akan menyalurkan bantuan semakin marak terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Sedikitnya dalam seminggu terakhir ini, sudah ada sekitar 7 korban dengan modus tersebut. Yang terbaru, penipuan semacam ini dialami oleh Jilah (75) warga Padukuhan Dunggubah, Kalurahan Duwet, Kapanewon Wonosari pada Senin (03/08/2021) kemarin. Saat ini pihak kepolisian tengah mendalami perkara tersebut.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto menceritakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Jilah yang tengah beraktifitas di rumahnya tiba-tiba datang seorang laki-laki yang memperkenalkan diri sebagai petugas kecamatan atau kapanewon. Saat itu, pria tersebut mengatakan bahwa kedatangannya untuk melakukan pendataan. Setiap orang yang didatangi akan didata untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Setelah sejenak berbasa-basi, pria tersebut meminta Jilah untuk melepas cincin yang dipakai di jari. Pelaku berdalih akan menggantikan cincin tersebut dengan bantuan dari pemerintah. Jilah yang seolah kehilangan kesadaran kemudian menyerahkan cincin emas miliknya tersebut. Segera setelah mendapatkan cincin, pelaku lantas pergi meninggalkan korbannya.

“Korban begitu sadar langsung mencari pelaku di sekitar rumahnya tapi tidak ketemu,” papar Iptu Suryanto, Selasa (03/08/2021).

Sadar menjadi korban penipuan Jilah selanjutnya menceritakan kejadian tersebut kepada dukuh setempat yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonosari.

“Untuk kerugiannya sekitar 2 juta rupiah,” imbuh dia.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban dan mengumpulkan sejumlah data di lapangan. Adapun ciri-ciri pelaku adalah menggunakan baju hitam, kurus dan tinggi. Korban juga tidak mengenal siapa pelaku penipuan tersebut.

Suryanto menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir ini di Gunungkidul, penipuan dengan modus seperti itu sedang marak terjadi. Disinggung mengenai adanya kemungkinan pelaku yang sama di beberapa TKP, Suryanto mengatakan jika pihaknya tidak bisa berspekulasi.

“Dari keterangan warga ini masih didalami oleh anggota satreskrim dan satuan lainnya. Termasuk kami mengumpulkan data lainnya,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler