Pemerintahan
Hasil Uji Lab Keluar, Dinkes Sebut Ada Bakteri dan Jamur yang Sebabkan Warga Tegalmulyo Keracunan
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul telah menerima hasil uji laboratorium sampel makanan yang menyebabkan puluhan warga Padukuhan Trimulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari keracunan. Dimana hasil uji laboratorium tersebut menyebutkan ditemukan bakteri dan kapang atau jamur di makanan yang dikonsumsi oleh warga tersebut.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan, hasil uji laboratorium menyatakan terdapat bakteri Escherichia coli (E.coli) dan kapang atau khamir sejenis jamur di makanan yang dikonsumi oleh para warga.
Adapun rincian yang diterima oleh Dinas Kesehatan yaitu makanan ayam sambal, lalapan, roti risol, pastel ditemukan kapang/khamir (jamur). Kemudian pada jenis makanan kremesan ayam goreng ditemukan kapang/khamir disertai bakteri E. coli. Selain itu pada sampel feses korban keracunan ditemukan pula adanya kapang atau jamur.
“Hasil sudah keluar dan sudah kami beri tahu ke pihak-pihak terkait,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono.
Lebih lanjut ia mengatakan, bakteri E.Coli yang terkandung pada makanan bisa jadi karena proses pencucian makanan tidak bersih atau penyimpanannya. Sedangkan kapang dimungkinkan dari proses memasak makanan

“Selain itu bisa jadi setelah dimasak itu dalam keadaan panas langsung ditutup, itu bisa menumbuhkan jamur. Bisa juga dari sejak pemilihan bahan makanan yang sudah tidak bagus,” tandas dia.
Beberapa bulan terakhir, banyak warga Gunungkidul yang mengalami keracunan makanan saat diselenggarakan hajatan, ataupun suguhan acara tertentu. Pihak Dinkes sendiri akan mengencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan saat mengolah makanan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Padukuhan Trimulyo 1, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari. Akibatnya, sebanyak 31 orang mengalami sejumlah gejala berupa diare, muntah-muntah hingga demam. Belasan warga diantarnya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wonosari, Selasa (17/9/2024).
Selang beberapa jam mengkonsumsi makanan tersebut, para warga ini mengalami gejala diare, mual, muntah, pusing dan lainnya.
“Keesokan harinya, salah satu warga mengaku sakit perut, diare, dan demam. Rupanya gejala tersebut turut dirasakan warga lainnya yang menghadiri acara itu,” terang Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo.
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
