Pariwisata
KAI Bandara Siapkan 637 Ribu Kursi Selama Angkutan Lebaran 2026
Jogja,(pidjar.com)– PT Railink atau KAI Bandara menyiapkan ratusan ribu kursi untuk melayani penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026. Penyediaan kapasitas ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang bepergian melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas serta berbagai langkah persiapan yang dilakukan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan KAI Bandara yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran 2026. Melalui peningkatan kesiapan sarana, serta penguatan layanan kepada pelanggan, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan menuju dan dari bandara dengan lebih mudah dan menyenangkan, khususnya di wilayah Yogyakarta yang diproyeksikan mengalami peningkatan pergerakan penumpang selama periode Lebaran,” ujar Porwanto.
Corporate Communication KAI Bandara, Sosiawan Putra, mengatakan masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung mulai 11 Maret hingga 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, KAI Bandara menyiapkan total 637 ribu kursi bagi penumpang.
“Jadi KAI Bandara menyiapkan 637 ribu kursi untuk penumpang selama masa angkutan Lebaran yang terhitung sejak 11 Maret hingga 30 Maret 2026,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 278 ribu kursi dialokasikan untuk layanan di wilayah Yogyakarta. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di Yogyakarta sendiri ada 278 ribu kursi yang kami siapkan selama masa angkutan Lebaran. Ini naik dibandingkan tahun kemarin yang hanya sekitar 208 ribu kursi,” katanya.
KAI Bandara memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada beberapa tanggal tertentu. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 11 ribu orang.
“Prediksi paling tinggi itu pada 18 Maret 2026, rata-rata mencapai 11.000 penumpang,” jelasnya.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang yang diprediksi mencapai sekitar 13 ribu orang.
“Untuk arus baliknya pada tanggal 28 Maret 2026 dengan perkiraan sekitar 13.000 penumpang yang akan menggunakan KAI Bandara,” tambahnya.
Selama periode angkutan Lebaran, rata-rata jumlah penumpang KAI Bandara di Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar 9 ribu orang per hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang berkisar sekitar 7 ribu penumpang.
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, KAI Bandara tidak menambah jadwal perjalanan kereta. Saat ini operasional kereta masih tetap sebanyak 50 perjalanan setiap hari.
“Untuk KA Bandara sendiri tidak ada penambahan jadwal. Jadi kami masih 50 kali perjalanan selama satu hari,” katanya.
Kereta paling awal berangkat dari Stasiun Yogyakarta menuju Bandara YIA pada pukul 04.02 WIB, sementara perjalanan terakhir dari Bandara YIA menuju kota Yogyakarta berangkat pada pukul 21.30 WIB.
Menghadapi potensi kepadatan lalu lintas di Kota Yogyakarta selama musim libur Lebaran, KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk datang lebih awal sebelum jadwal penerbangan.
“Kami menghimbau supaya mereka datang lebih awal, yaitu tiga jam untuk penerbangan internasional dan dua jam untuk penerbangan domestik,” ujarnya.
Selain itu, penumpang juga diminta untuk selalu menjaga barang bawaan selama berada di area stasiun maupun kereta.
“Kami juga mengimbau supaya penumpang menjaga barang bawaannya. Jika ada kehilangan, penumpang bisa menghubungi petugas frontliner kami yang ada di area stasiun,” katanya.
Dengan peningkatan kapasitas kursi tersebut, KAI Bandara berharap dapat membantu mengakomodasi lonjakan pergerakan wisatawan dan pemudik yang diperkirakan mencapai jutaan orang menuju Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode libur Lebaran tahun ini.
KAI Bandara juga telah melakukan berbagai persiapan operasional, salah satunya adalah berpartisipasi aktif dalam kegiatan rampcheck persiapan Angkutan Lebaran 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana kereta api agar tetap dalam kondisi prima selama masa angkutan Lebaran.
Selain itu, KAI Bandara juga melaksanakan posko Angkutan Lebaran dengan menempatkan personel di seluruh area operasional perusahaan guna memastikan pelayanan berjalan optimal. Upaya peningkatan layanan juga dilakukan melalui penambahan customer service mobile, pemberian pelatihan kepada tim pelayanan, serta pembekalan terpadu bagi para frontliner guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
