fbpx
Connect with us

Politik

Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Adu Program, NasDem Akan Saring Jadi 3 Pasangan Calon

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–Partai NasDem menggelar tahap lanjutan terkait seleksi Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung oleh partai pemilik 9 kursi di DPRD Gunungkidul. Pada Selasa (29/10/2019) kemarin, DPW Partai NasDem DIY menggelar pemaparan visi, misi dan strategi bakal calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dengan hak untuk bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa harus berkoalisi, para tokoh yang berminat menjadikan Partai NasDem sebagai kendaraan politiknya memang cukup membludak. Sedikitnya ada belasan tokoh dari berbagai latar belakang mengikuti prosesi pemaparan visi dan misi mereka jika nantinya menjadi Kepala Daerah.

Pantauan pidjar.com, sejumlah nama tenar yang memang santer dikabarkan akan maju dalam kontestasi ini hadir dan mempresentasikan program-program unggulan di hadapan para panelis. Tokoh-tokoh tersebut antara lain, perwira TNI yang bertugas di Kementrian Pertahanan RI, Mayor Sunaryanta; Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid, Aktifis Dadang Iskandar; Praktisi Pendidikan sekaligus Mantan Rektor UGK, Wahyu Purwanto. Yang cukup menarik, dalam prosesi ini, hadir pula sejumlah tokoh politisi dari partai lain yaitu Ketua DPD Hanura Gunungkidul, Supar Sarwo serta duo kader PDIP, Budi Utama dan Bambang Krisnadi. Budi Utama dan Bambang Krisnadi sendiri diketahui masih memiliki KTA PDIP. Bahkan Bambang baru saja kembali mencalonkan diri dalam Pemilu 2019 untuk DPRD DIY dengan Dapil Gunungkidul. Dari belasan tokoh tersebut, akan disaring menjadi 3 pasangan.

Ketua Bapillu Partai NasDem, Tommy Nur Samsu memaparkan, proses pemaparan visi, misi dan strategi ini menjadi salah satu indikator penilaian yang akan dijadikan pertimbangan bagi Partai NasDem dalam memilih kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung. Adanya pemaparan visi dan misi ini, bisa dilihat komitmen dari para calon terhadap kemajuan Gunungkidul. Menurutnya, hal ini sangat penting dalam melihat kapabilitas para tokoh tersebut dalam menjalankan program pemerintahan. Kapabilitas sendiri menurutnya menjadi sangat penting dalam kontestasi sepenting Pilkada Gunungkidul selain juga nantinya dilihat faktor-faktor lainnya. Setelah tahapan ini, proses seleksi akan kembali dilanjutkan dengan melakukan survei, talent scouting dan juga cek and ricek langsung di lapangan.

“Kita sebenarnya sudah melakukan survei awal sebelumnya, nanti survei tersebut akan kita kembali lakukan untuk mematangkan data yang kita miliki. Kita ingin calon yang diusung NasDem nantinya memenuhi kriteria yang kita tentukan yaitu terlibat di masyarakat, memenuhi kebutuhan masyarakat, diterima masyarakat dan memiliki kemampuan,” urai Tommy, Selasa (30/10/2019) kemarin di sela-sela acara.

Pasca proses-proses tersebut, sesuai aturan partai, DPD Partai NasDem Gunungkidul diwajibkan untuk memilih 3 pasangan calon untuk diajukan ke DPW Partai NasDem DIY. Dari DPW, jika memungkinkan juga berhak untuk menambah dengan dua pasangan calon lagi sebelum diajukan ke DPP Partai NasDem. Dari sana kemudian DPP akan menentukan pasangan calon mana yang akan mendapatkan rekomendasi untuk diusung Partai NasDem. Selama proses tersebut, pihaknya kembali akan menggelar survei terakhir guna mempertajam analisa.

Berita Lainnya  Kader Daerah Girang PDIP Resmi Tetapkan Jokowi Sebagai Capres

“Belum bisa ngomong mengenai target kapan nantinya rekomendasi turun. Yang jelas, masa-masa krusial adalah Bulan Maret 2020,” bebernya.

Ia menambahkan, selain para tokoh yang mendaftar ini, pihaknya juga membuka mekanisme lain yaitu penunjukan kader. Ada sejumlah nama yang dipertimbangkan oleh DPW maupun DPD Partai NasDem untuk diintip peluangnya dalam mengikuti Pilkada Gunungkidul.

“Untuk kader internal ini, tidak perlu mengikuti pemaparan visi dan misi,” imbuh Tommy.

Tommy menegaskan bahwa dalam proses seleksi Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul ini, pihaknya tetap teguh mengusung politik tanpa mahar. Para calon yang mendaftar sama sekali tak dipungut biaya apapun. Menurutnya, meski sangat penting, faktor finansial bisa tertutup dengan kemampuan dan popularitas tokoh. Jika nantinya memang benar-benar disukai masyarakat, maka akan banyak pihak yang memberikan dukungan finansial yang dibutuhkan calon tersebut.

Berita Lainnya  Amankan Ketat Proses Penghitungan Suara, Polisi Minta Semua Pihak Legowo

“Kita tidak pernah melihat para calon ini dari latar belakang finansial yang mereka miliki. Kita fokus untuk memilih yang terbaik untuk masyarakat Gunungkidul,” terangnya.

Di Gunungkidul sendiri melihat perkembangan yang ada saat ini, Partai NasDem menargetkan menang dalam Pilkada. Sehingga dalam hal ini, pihaknya membuka lebar-lebar peluang koalisi dengan partai lain. Komunikasi dengan semua partai saat ini sudah dilakukan. Tommy memaparkan, tidak ada kriteria khusus bagi parpol yang ingin berkoalisi dengan Partai NasDem dalam Pilkada. Yang terpenting menurutnya adalah, parpol tersebut seide, sepaham dan sepenuhnya mendukung nantinya pasangan calon yang akan diusung parpol koalisi.

“Komunikasi terus kita jalin karena kita sadar bahwa dalam Pilkada ini akan berjalan sangat ketat. Semua pesaing adalah kuat dan memiliki peluang serta kemauan untuk menang,” tutup Tommy.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler