Connect with us

Pemerintahan

Keberatan Rumah Ditempel Stiker Keluarga Miskin, Ratusan Orang Mundur Jadi Penerima PKH

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Ratusan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Gunungkidul mengundurkan diri secara mandiri atau graduasi pada tahun 2025 lalu. Sejumlah faktor menjadi penyebab mundurnya para warga tersebut. Diantaranya adalah lantaran perekonomian yang mulai membaik, mendapatkan bantuan pemerintah jenis lain, hingga lantaran tidak bersedia rumahnya dipasang stiker keluarga miskin.

Ketua Tim PKH Gunungkidul, Risman Setyonugroho mengatakan, sebanyak 349 keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Gunungkidul mengundurkan diri pada 2025 lalu. Masing-masing dari KPM ini mengundurkan diri dengan alasan perekonomian yang mulai membaik, kesadaran bahwa ada yang lebih memerlukan utamanya lansia yang tinggal sebatang kara dan faktor lainnya.

“349 KPM ini mengundurkan diri pada periode Oktober sampai Desember. Sebenarnya di Januari-September juga banyak, namun datanya tidak tercatat,” ucap Risman Setyonugroho, Selasa, (03/02/2026).

Menurutnya, dengan adanya program pemasangan stiker keluarga miskin bertuliskan jenis bantuan yang diterima di rumah-rumah KPM juga berdampak pada banyaknya warga yang mengundurkan diri dari penerimaan bantuan. Mereka keberatan dengan pemasangan stiker yang memang cukup mencolok tersebut. Sehingga kemudian mereka memilih untuk mengundurkan diri.

Berita Lainnya  Dinkes Gunungkidul Sebut Ada Warga Tertular Antraks

Selain graduasi mandiri, terdapat juga 356 KPM yang mengundurkan diri karena mendapatkan program pemberdayaan ekonomi. Para penerima bantuan sosial ini mengundurkan diri karena telah menerima stimulan atau modal dan usaha yang dijalankan sudah berangsur menberikan keuntungan serta perbaikan ekonomi.

“Untuk graduasi pemberdayaan ini, jadi penerima bansos mendapat modal senilai 5 juta dari APBN untuk usaha mereka. Setiap bulan terus kami evaluasi, karena usahanya bagus maka kemudian mengundurkan diri. Jenis usaha yang dijalankan ada banyak seperti olahan makanan, kerajinan, produksi jamu dan lain sebagainya,” ucap dia.

Risman sendiri mengapresiasi atas kesadaran para penerima bantuan yang kemudian mengundurkan diri dengan sendirinya karena perekonomian yang membaik. Pendekatan-pendekatan pun juga dilakukan oleh petugas PKH agar para KPM memiliki semangat untuk bertumbuh dan bisa mandiri tanpa bantuan pemerintah.

Berita Lainnya  "Laku" Hingga 1 Miliar, Bank-bank Mulai Tawarkan Kredit ke Anggota Dewan 

“Yang sering kami tekankan adalah merubah pola pikir warga mengenai bantuan dan menujuk kesejahteraan serta kemandirian. Program bantuan hanyalah sementara,” jelasnya.

Lebih lanjut Risman mengatakan, pada tahap IV ini jumlah penerima bansos PKH di Gunungkidul sebanyak 49.240 KK. Jumlah ini berkurang jauh jika dibandingkan dengan periode sebelumnya dan belum diterapkannya data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).

“Sebelum ada DTSEN jumlah penerima PKH di Gunungkidul 52.000 KPM kemudian berkurang karena by sistem dari pusat. Yang mana faktornya banyak seperti desil yang berubah, kemudian terindikasi judi online, tidak memenuhi persyaratan, komponen hilang karena meninggal atau anak telah lulus sekolah dan lainnya,” papar dia.

Dirinya menekankan pada KPM PKH untuk memanfaatkan bantuan yang diterima oleh masing-masing komponen sesuai dengan peruntukkannya. Bukan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif ataupun lain.

Berita Lainnya  Siapkan Pasokan Air Bersih Untuk Perayaan Lebaran dan Mudik, Ujian Perdana PDAM Hadapi Musim Kemarau 2018

“Digunakan sesuai kebutuhan komponennya, misal anak sekolah ya kebutuhan sekolah itu apa. Jangan sampai justru uangnya untuk kepentingan lain yang tidak ada keterkaitannya dengan kebutuhan,” tutupnya. 

Sebagai informasi, di akhir tahun 2025 lalu Bupati Gunungkidul meluncurkan program pemasangan stiker bertuliskan keluarga miskin prasejatera dengan rincian bantuan yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaatm program ini dimaksudkan memberikan identitas yang jelas kepada KPM agar mendapatkan prioritas dalam penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial.

Di sisi lain juga sebagai salah satu metode identifikasi masalah dan memberikan kejelasan titik asesmen KPM dalam rangka ketepatan sasaran. Apabila stiker yang terpasang dicopot oleh KPM dengan alasan malu, maka dianggap mengundurkan diri dari penerima bantuan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler