Connect with us

Uncategorized

Keluhan Pelayanan Puskesmas Semin I, Anak Demam Tinggi Hanya Dapat Obat Ternyata Infeksi Paru-paru

Diterbitkan

pada

Semin, (pidjar.com)–Sebuah unggahan yang berisi keluhan terhadap pelayanan di Puskesmas Semin I menjadi perbincangan luas di kalangan media sosial. Curahan hati seorang ibu yang mengaku kecewa terhadap penanganan kesehatan anaknya saat berobat ke Puskesmas Semin I viral setelah diunggah di Facebook dan kemudian dibagikan ulang melalui akun Instagram @indrawijaya.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun Facebook bernama Wardhi Kristal menceritakan pengalaman saat membawa anaknya yang mengalami demam tinggi ke Puskesmas Semin I. Ia mempertanyakan prosedur pemeriksaan yang menurutnya kurang menyeluruh.

“Kenapa ya di Puskesmas Semin I bagian MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) kalau periksa tidak pernah sampai skin touch, hanya mengandalkan keluhan yang dirasakan anak,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian ramai mendapat tanggapan warganet.

Wardhi mengaku anaknya mengalami demam tinggi selama tiga hari dan telah mengonsumsi obat, namun suhu tubuhnya tak kunjung turun. Pada hari keempat, ia membawa sang anak ke Puskesmas Semin I untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berita Lainnya  Lima Festival Betema Kematian yang Masih Berlangsung di Berbagai Negara

Menurut pengakuannya, saat itu petugas menyampaikan bahwa kondisi anaknya masih belum memerlukan pemeriksaan laboratorium dan tidak ditemukan masalah serius. Ia pun pulang hanya dengan membawa obat.

Namun, tiga hari berselang kondisi anaknya disebut semakin memburuk. Anak tersebut mengalami lemas hingga kehilangan kesadaran sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit.

“Di rumah sakit akhirnya rawat inap dan didiagnosis infeksi paru-paru. Untung belum terlambat dibawa dan belum parah,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum mengalami demam, anaknya kerap mengalami batuk dan flu berkepanjangan hingga hampir satu bulan. Selama itu pula, ia mengaku beberapa kali membawa anaknya berobat ke puskesmas namun hanya mendapatkan obat tanpa pemeriksaan lanjutan.

Berita Lainnya  Terapkan Program Anyar dari Pertamina, Tiga SPBU Jual Pertalite Seharga Premium

Unggahan tersebut sontak memicu beragam komentar dari masyarakat yang menyoroti kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Menanggapi viralnya unggahan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengatakan pihaknya telah meminta Kepala Puskesmas Semin I untuk melakukan penelusuran terhadap kasus yang dikeluhkan warga tersebut.

“Saat ini sedang kami telusuri bersama Kepala Puskesmas Semin I untuk evaluasi dan perbaikan pelayanan,” kata Ismono saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, Dinas Kesehatan perlu memperoleh gambaran yang utuh terkait kronologi kasus tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Kasus ini saya minta ditelusuri agar bisa dilakukan evaluasi. Termasuk apabila diperlukan evaluasi SOP atau penyusunan SOP yang lebih baik,” ujarnya.

Terkait prosedur pelayanan yang berlaku di puskesmas, Ismono menjelaskan bahwa setiap unit layanan memiliki standar operasional yang berbeda.

“Kalau masuk lewat IGD ada proses triase. Kalau di poli, pelayanan mengikuti SOP masing-masing,” jelasnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan juga berupaya melakukan klarifikasi langsung kepada pihak pasien. Namun, proses tersebut masih terkendala identifikasi data pasien yang dimaksud dalam unggahan viral tersebut.

Berita Lainnya  Pemerintah Mulai Persiapan, Pelantikan Bupati Dimungkinkan pada 26 Februari

“Kami masih berusaha melacak pasiennya untuk dicek lebih detail,” katanya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Puskesmas Semin I, terdapat dugaan salah satu pasien yang dimaksud berasal dari wilayah Sleman. Namun demikian, hasil penelusuran sementara menunjukkan riwayat rekam medis yang ditemukan belum sepenuhnya sesuai dengan kronologi yang disampaikan dalam unggahan media sosial tersebut.

“Ini masih perkiraan dari informasi awal Puskesmas, belum pasti. Ada satu pasien dari Sleman, tetapi riwayat rekam medisnya tidak sesuai seperti yang diutarakan dalam postingan Facebook. Karena itu masih perlu pendalaman lebih lanjut,” pungkas Ismono

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata13 jam yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler