Connect with us

Sosial

Kerja Berat Bangun Bak, Warga Penggarap Proyek Pamsimas Hanya Diupah Rp 11.000

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan pekerja proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Padukuhan Pule Kulon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus terpaksa harus gigit jari. Kerja keras mereka selama ini hanya diganjar dengan kecilnya upah yang mereka terima. Besaran upah pun jauh dari kata layak bahkan tidak sesuai dengan jumlah yang semula dijanjikan. Per harinya, para pekerja tersebut bahkan hanya menerima upah sebesar belasan ribu rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun pidjar-com-525357.hostingersite.com di lapangan proyek pengerjaan Pamsimas sendiri dimulai sejak pertengahan bulan September 2018 lalu. Sejumlah warga serta pekerja bangunan diterjunkan untuk membangun penampungan air dalam proyek itu.

Mengingat lokasi geografis dari lokasi pembangunan bak, pekerjaan yang dilakukan oleh warga tidaklah mudah dan tentunya sangat menguras tenaga. Di tengah terik matahari, mereka harus memecah batu yang berada di puncak gunung untuk lokasi pendirian bak.

Selain itu, warga juga mengangkut material dari bawah bukit menuju atas bukit yang tinggi tersebut. Material yang diangkut juga bukanlah barang-barang ringan. Mereka mengangkut material berupa batu, semen, pasir, besi serta bahan bangunan lainnya.

Berita Lainnya  Gelar Sholat Hajat, Guru PAUD Tuntut Kesejahteraan Setara Dengan Guru dan Dosen

Di tengah beban yang terasa berat itu, warga harus kecewa taklala tiba waktunya penerimaan upah. Jumlah rupiah yang diterima rupanya tidak sepada dengan tenaga yang dikeluarkan. Bahkan bisa disebut sangat tidak manusiawi dan jauh dari kata layak.

“Perharinya kalau upah yang saya terima saya bagi dengan jumlah hari saya bekerja adalah Rp 11.200,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (04/11/2018) siang kemarin.

Ia mengatakan, upah tersebut dibagikan oleh ketua RT setempat. Tentu saja upah itu sangat membuatnya kecewa, pasalnya jumlah yang ia terima tidak sesuai dengan apa yang dikatakan pada sosialisasi awal.

“Dulu katanya Rp 50 ribu per hari. Kalau jumlahnya seperti ini kan jauh, buruh tani saja bisa Rp 30 ribu per harinya,” keluhnya.

Tak hanya itu, menurutnya perekapan absensi warga yang bekerja juga dianggap hanya dikarang oleh pemegang absensi. Sebab banyak diantara pekerja lain jumlah hari kerjanya yang tertulis lebih sedikit dari jumlah kehadiran aslinya.

Berita Lainnya  Klaster Baru Bermunculan, Rekor Penambahan Kasus Positif Covid Terbanyak Terjadi di Gunungkidul

“Kalau saya selisih 3 hari, jadi 3 hari itu hilang ke mana kurang tahu. Sudah cuma sedikit, masih juga dikurangi harinya,” lanjut dia.

Senada dengan pria paruh baya itu, salah satu warga lain yang juga enggan disebutkan namanya mengaku mendapatkan perlakuan serupa. Ia juga hanya menerima upah belasan ribu setiap harinya. Meski begitu, ia tidak berani untuk berbuat terlalu banyak. Pasalnya, ketika pembagian upah tersebut, pihak Ketua RT memintanya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun terkait sengketa upah di proyek Pamsimas di wilayahnya tersebut.

“Kita kalau mau protes ya tidak berani. Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Warga sebenarnya mengeluh semua, tapi takut mau protes,” imbuh dia.

Para pekerja tengah membangun bak penampungan air (Foto by Kelvian Adhi)

Pidjar.com berusaha menelusur kebenaran kabar tersebut kepada pihak panitia pembangunan proyek itu. Namun ketika hendak dikonfirmasi, Ketua KKM Suradal enggan memberikan keterangan. Wartawan yang berusaha untuk meminta konfirmasi hanya dijawab Suradal sedang sibuk tengah menghadiri rapat. Hingga 3 hari meminta konfirmasi, yang didapat selalu alasan yang sama dengan tempat-tempat yang berbeda. Tidak ada satupun konfirmasi yang berhasil didapat dari Suradal.

Berita Lainnya  Termasuk Limbah Berbahaya, Masker Bekas Pakai Harus Dirusak Sebelum Dibuang

“Maaf sekarang giliran saya diberi waktu (mengisi rapat),” kata Suradal.

Sementara itu, Kepala Desa Sidoharjo, Evi Nurcahyani mengatakan bahwa Senin (05/11/2018) tadi, pihaknya telah menerima laporan dari KKM terkait perkembangan pelaksanaan program Pamsimas di wilayahnya. Namun demikian, dirinya tidak mengetahui secara detail berapa besaran upah yang diberikan kepada para pekerja.

“Tadi rakor Tim Pamsimas melaporkan tidak ada masalah. Tapi saya kurang tahu karena laporannya tidak detail,” kelit Evi.

Program Pamsimas di Padukuhan Pule Kulon sendiri menyedot anggaran sebesar Rp 314 juta rupiah. Adapun dirinya menjelaskan sumber dana tersebut dari APBN sebesar Rp 220.000.000 sedangkan in cash yang bersumber dari uang masyarakat sebesar Rp 11.600.000. Kemudian untuk In Kind sebesar Rp 50.400.000 itu berupa tenaga masyarakat yang diuangkan. Kemudian ada dana APBDes sebesar Rp 32.000.000 berupa pipa tidak diberikan uang.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler