Pemerintahan
Layanan Uji KIR Sempat Ditutup, Ribuan Kendaraan Bebas Denda
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul memastikan, sebelum layanan uji kir kendaraan bermotor kembali dibuka pada 1 Juli 2020 mendatang para petugas telah siap menerapkan protokol covid19. Senin (29/06/2020) pagi tadi, dilaksanakan simulasi uji KIR yang dilaksanakan di Unit Pelaksaan Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor.
Pelaksanaan uji KIR pada masa pandemi dimulai dengan mungukur suhu tubuh masyarakat yang datang. Batas maksimal untuk suhu tubuh masyarakat pemohon sendiri adalah 38,3 derajat celcius. Pelayanan sendiri per harinya dibatasi pada angka 25 saja.
Setelah itu kendaraan dimasukan ke ruang uji. Masyarakat diharapkan tetap di dalam mobil. Jika ada kendala teknis, petugas akan memberikan himbauan dari luar.
Dari tujuh materi pengujian hasilnya kemudian diletakkan pada kaca dan dijepit wiper. Pelaksanaan uji KIR pada masa pandemi ini pada prinsipnya adalah untuk meminimalisir kontak langsung antara petugas dengan masyarakat pemohon demi kenyamanan bersama. Petugas penguji pun juga menggunakan APD.
Kepalu UPT PKB Dinas Perhubungan Gunungkidul, Daru Sasongko menjelaskan, dari 30 Maret 2020 hinggal 30 Juni 2020 ini, terdapat 1.824 kendaraan yang turut terdampak akibat covid19. Kendaraan-kendaraan ini tidak dapat melakukan uji KIR lantaran adanya penutupan layanan.
“Karena layanan kami ditutup, mereka tidak kena denda,” ujar Daru.
Namun demikian, bagi masyarakat yang kendaraannya telat uji KIR sebelum tanggal 30 Maret 2020 tetap dikenakan denda. Adapun denda sendiri hanya 2% dari tarif uji kir per bulannya.
“Jadi pembebasan denda hanya untuk mereka yang jatuh tempo pada masa pandemi,” kata Daru.
Daru mengatakan, prosedur ini hanya meminimalisir singgungan antara penguji dan masyarakat. Namun demikian untuk antrian dan pembayaraan belum bisa dilakukan secara online.
“Kami terkendala sistem, belum ada aplikasinya, padahal untuk pengecekan semua sudah terhubung dengan sistem online,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan, terdapat penurunan lebih dari 51% dari target pendapatan pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Tahun 2020 ini pihaknya menargetkan Rp. 462.430.000 dari sektor ini. Namun demikian karena layanan sempat ditutup, pihaknya hanya menargetkan Rp. 235.867.500,- saja.
“Karena pelayanan juga tutup tiga bulan, dan sekarang sehari maksimal hanya bisa melayani 25 unit saja,” tutup Wahyu.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
