fbpx
Connect with us

Politik

Martanty Siap Cetak 1.000 UMKM Baru Berbasis Digital di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Calon Wakil Bupati (Cawabup) Gunungkidul, Martanty Soenar Dewi terus memunculkan gagasan untuk pengembangan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Gunungkidul. Langkah tersebut diyakini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Ia berencana membentuk 1.000 UMKM memgembangkan potensi yang ada.

Kepada Pidjar.com, Martanty mengatakan, dirinya telah mengetahui di Gunungkidul banyak tumbuh UMKM milik masyarakat. Namun demikian, usaha ini masih belum maksimal lantaran adanya beberapa hal yang masih kurang. Untuk itu nantinya ia menargertkan pembentukan UMKM anyar dan pemantapan maupun pemaksimalan UMKM yang sudah ada.

“Target kita 1.000 UMKM dapat tumbuh dengan baik dari segala aspek dan benar-benar berdampak untuk masyarakat lain,” kata Martanty.

Menurut Cawabup yang mendampingi Immawan Wahyudi itu, ke depan pembentukan UMKM bisa memanfaatkan potensi digital. Pasar digital akan menunjang eksistensi UMKM baik dalam hal pemasaran dan akses untuk pendanaan.

Target pembentukan 1000 UMKM dianggapnya sangat realistis, mengingat potensi yang dimiliki cukup beragam. Nantinya, program ini akan terintegrasi dengan digital. Untuk mendukung program ini, tentu dibutuhkan kesiapan dari pemerintah daerah.

“Ada dua program untuk mendukung target 1.000 UMKM yang benar-benar harus dipahami dan menjadi pondasi. Diantaranya prioritas pendanaan dan infrastruktur digital yang memadahi. Sekarang ini adalah era digital dimana semua menfaatkan teknologi untuk menunjang kegiatan,” tambahnya.

Pihaknya berkomitmen untuk mengawal kemudahan akses UMKM untuk mendapatkan modal berupa kredit lunak. Sehingga dengan begitu memudahkan pelaku usaha untuk mengembangkannya. Kemudian infrastruktur digital ini juga diperlukan, kemampuan mengakses teknologi akan diberikan pelatihan.

“Begitu pula dengan penyediaan jaringan internet itu sangat diperlukan oleh masyarakat,” ujar cawabup nomor 2 ini.

Lebih lanjut, digitalisasi UMKM akan memudahkan pemasaran bekerja sama dengan ritel modern. Dalam hal pemasaran UMKM makanan dan oleh-oleh khas Gunungkidul yang saat ini relatif lebih baik, nantinya dapat bekerja sama dengan ritel modern.

Berdasarkan data yang diperolehnya, di Kabupaten Gunungkidul ini sebelum terjadi Covid-19 ada sekitar 22.623 unit UMKM. Terdiri dari usaha mikro sebanyak 20.928, usaha kecil 1.664 unit dan usaha menengah ada 31 unit.

”Di masa Pandemi, sebagian UMKM mati total, sebagian lagi bertahan meski dengan susah payah.” ujar kandidat yang diusung Partai NasDem.

Sebagai sosok berlatar belakang pengusaha, Martanty meyakini kemajuan UMKM dapat menopang perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Dengan memanfaatkan potensi digital, UMKM mampu mendukung potensi ekonomi andalan Gunungkidul yakni pariwisata.

“Kalau UMKM di Gunungkidul kembali pulih, saya yakin mampu menopang pariwisata,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler