Info Ringan
Musim “Mbedhidhing” Diperkirakan Berlangsung Hingga Agustus, Ini Penyebabnya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa hari terakhir ini, udara terasa sangat dingin. Manakala sore hingga pagi hari, udara dingin sangat kental dirasakan. Diistilahkan orang Jawa, masa ini sebagai “usum mbedhidhing”.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, hawa dingin yang terjadi ini karena sejumlah faktor. Kondisi semacam ini diperkirakan akan terjadi hingga Agustus mendatang atau pada puncak musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi Reni Kraningtyas melalui Prakirawan, Indah Retno mengatakan, suhu udara sejak beberapa hari terakhir memang terasa dingin. Adapun penyebab dari hawa dingin ini dikarenakan karena adanya pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia. Pergerakan ini dikenal dengan Mosoon Dingin Australia.
Faktor lainnya adalah tutupan awan yang relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan. Sehingga yang terjadi, pantulan awan ini langsung terbuang dan hilang ke angkasa. Kemudian kandungan air di dalam tanah menipis, kandungan uap air di udara juga rendah yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.
“Suhu minimum harian diprakirakan mulai 18,7 derajat celcius sampai dengan 23,4 derajat celcius. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai dengan Agustus mendatang,” terang Indah, Kamis (28/07/2022).
BMKG menghimbau masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Pada malam hari hendaknya menggunakan pakaian atau selimut tebal dan menggunakan krim pelembab agar kulit tidak kering.
“Dengan iklim udara dingin seperti ini, tentunya menjadi rawan terhadap penyakit, ” lanjut dia.
Selain itu, BMKG juga merilis adanya potensi gelombang tinggi yang terjadi pada Rabu (27/07/2022) sampai dengan Jumat (29/07/2022) mendatang. Adapun diperkirakan gelombang di perairan selatan Jawa atau Yogyakarta akan masuk pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.
“Tentunya himbauan pada nelayan dan tim SAR telah diberikan untuk antisipasi kejadian tidak diinginkan,” paparnya.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Handoko menjelaskan, ketinggian gelombang laut pada hari Rabu dilaporkan mulai melandai. Meski demikian, dengan kondisi tersebut pihaknya tetap melakukan pemantauan dan pengawasan.
“Pemantauan tentu dilakukan, sebagian aktifitas melaut masih tetap berjalan,” jelas dia.
Terpisah, salah seorang pedagang pantai Indrayanti, Hardi mengatakan sebagai antisipasi terdampak gelombang tinggi, dirinya telah berusaha menaikkan atau mengevakuasi sejumlah perabot dan barang dagangannya. Adapun meja kursi juga telah ia tali agar tidak terbawa gelombang sebagai antisipasi kejadian 2 minggu lalu. Di mana saat gelombang menerjang, banyak barang milik pedagang yang hanyut terbawa arus.
“Sudah sejak Selasa saya mulai tali-tali dan evakuasi agar tidak terbawa arus,” terang dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
