Uncategorized
Nihil Kasus, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspadai Kasus Hantavirus
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul memastikan hingga pertengahan Mei 2026 belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah ini. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat khususnya tikus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Wanda Abrar, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan warga Gunungkidul yang terkonfirmasi terpapar Hantavirus. Namun, menurutnya kewaspadaan tetap perlu dibangun, terutama setelah Daerah Istimewa Yogyakarta sempat menemukan kasus pada tahun sebelumnya.
“Di Gunungkidul sampai saat ini belum ada laporan kasus Hantavirus. Tetapi masyarakat tetap perlu mengenali penyakit ini, mulai dari gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahannya agar risiko penularan bisa ditekan sejak dini,” ujarnya, Minggu, (17/05/2026).
Ia menjelaskan, kasus Hantavirus pertama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terdeteksi pada 2025 melalui kegiatan surveilans sentinel yang dilakukan secara rutin sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini. Dari hasil pemeriksaan saat itu, terdapat enam orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut dan seluruh pasien berhasil pulih tanpa adanya kasus kematian.
Sementara sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan Mei, belum ditemukan laporan kasus positif baru berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Wanda menjelaskan, Hantavirus sama-sama tergolong penyakit zoonosis seperti Leptospirosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, khususnya melalui tikus. Namun demikian, mekanisme penularan dan dampak klinis kedua penyakit tersebut berbeda.
“Sama-sama penyakit zoonosis yang disebabkan oleh hewan pengerat yakni tikus,” tambah Wanda.
Menurutnya, Hantavirus paling sering menular melalui udara ketika seseorang menghirup partikel virus yang berasal dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan benda atau lingkungan yang telah terkontaminasi.
Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri persendian, tubuh terasa lemas, hingga perubahan warna kulit atau mata menjadi kekuningan.
“Penyakit ini dapat menyerang organ vital seperti paru-paru maupun ginjal,” jelasnya.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area lembap, serta mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan gudang, kebun, maupun area yang berpotensi terkontaminasi.
Masyarakat juga diminta memastikan makanan dan sumber air tetap terlindungi dari paparan hewan pengerat. Bagi warga yang memiliki luka terbuka, diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di area berisiko.
“Jika memiliki luka terbuka, sebaiknya ditutup terlebih dahulu dengan pelindung kedap air. Apabila terkena kotoran, segera bersihkan menggunakan sabun dan air mengalir. Meski belum ditemukan kasus di Gunungkidul, kami berharap masyarakat tetap waspada,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized21 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
