Sosial
Ini Anjuran Dinkes Soal Menu Makan Sehat saat Sahur dan Berbuka
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menu makan saat berbuka dan sahur perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi kesehatan. Terlebih pada situasi dan kondisi pandemi dan dibebarengi dengan musim peralihan iklim, jika tidak diperhatikan dengan baik maka bisa jadi virus atau penyakit dapat menyerang tubuh seseorang yang tengah menjalani ibadah puasa.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty berbagi tips agar ibadah puasa yang dijalankan seseorang tetap lancar dan kesehatan tetap terjaga. Ia mengungkapkan, saat berbuka sebaiknya diawali dengan minum yang hangat terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan makanan yang ringan serta manis.
“Sebisa mungkin diawali dengan yang hangat dulum baru kemudian bebas sesuai dengan keadaan masing-masing,” kata Dewi Irawaty, Senin (19/04/2021).
Kemudian untuk makanan juga perlu diperhatikan. Makanan berat sebaiknya dikonsumsi setelah makanan ringan, komponennya juga perlu diperhatikan kebutuhan serat perlu diutamakan.
“Sayuran itu sangat diperlukan jadi memenuhi kebutuhan tubuh,” imbuh dia.

Kemudian saat sahur makanan dan minuman juga harus diperhatikan agar puasanya lancar dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh tetap terpenuhi. Mulai dari karbohidrat, protein, serat, mineral dan lainnya tetap perlu diperhatikan dengan baik.
“Kalau untuk sahur sebaiknya mengurangi makanan atau minuman yang berlemak, seperti santan atau daging dengan lemak yang berlebih,” sambungnya.
Pada kondisi seperti sekarang ini, kesehatan tubuh harus diutamakan. Untuk minum putih juga harus dijaga dengan baik, meski pagi sampai sore puasa paling tidak selepas berbuka sampai sahur kebutuhan air tetap harus terpenuhi.
“8 gelas per hari itu tentu perlu. Jadi ndak harus satu kali minum banyak, kan bisa sedikit-sedikit diwaktu yang ada,” imbuh Dewi.
Sementara itu, Ahli Gizi UPT Puskesmas Semanu 1, Ita Haryanti mengatakan dirinya berkonsultasi dengan dokter untuk memberikan tips diet saat puasa. Manfaat puasa adalah untuk membiasakan pola makan yang lebih teratur dan menurunkan resensi insulin sehingga menurunkan resiko diabetes tinggi.
Diet saat sahur tentu bisa dijalankan dengan memperhatikan asupan makanan. Kebutuhan karbohidrat diutamakan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kacang hijau ataupun kentang. Sedangkan sayur dan buah perlu diperbanyak untuk pemenuhan serat dan vitamin.
“Lauk pada umumnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Kalau ditambah susu bisa dipilih yang lemaknya rendah,” papar Ita.
“Kalau pas buka makannya yang ringan dulu perlahan. Baru disusul makanan berat, gorengan bisa diminimalisir karena ini nanti bisa berpengaruh pada perlambatan proses pencernaan,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
