Pemerintahan
Penggalian Lubang di Jalanan Kota Wonosari Ternyata Ilegal
Wonosari,(pidjar.com)- Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mendapati adanya pengebran ilegal di sejumlah ruas jalan di Gunungkidul, Rabu (25/02). Dari jajaran DPUPRKP kemudian menghentikan akvititas tersebut dan mengadukan ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan penyelidikan. Dampak dari penggalian ilegal yang dilakukan oleh sejumlah orang tersebut cukup meresahkan. Lubang menganga di seputaran jalanan Kota Wonosari yang terkenal sibuk, sehingga membahayakan maupun membuat pengguna jalan tak nyaman.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, ditengarai, aktifitas penggalian ilegal di belasan hingga puluhan titik di jalanan Gunungkidul ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu. Hingga pada Rabu malam, pihaknya mendapat laporan dari warga berkaitan adanya sejumlah orang yang melakukan penggalian jalan sejumlah ruas jalan.
Penggalian sendiri dilakukan pada malam hari ketika jalan dalam kondisi sepi. Berdasarkan laporan sementara, pihaknya mendapati sejumlah titik yang dilakukan penggalian illegal. Seperti di simpang tiga depan Pasar Argosari, sepanjang ruas Jalan Kranon–Kepek menuju Bundaran Tobong, Jalan Sumarwi, hingga sekitar kantor PLN dan Telkom Wonosari.
Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke DPUPRKP untuk ditindak lanjuti. Pasalnya dalam satu ruas, penggalian atau pengeboran yang dilakukan pada sejumlah titik dengan diameter lubang sekitar 60 centimeter. Tim dari DPUPRKP kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan menghentikan aktivitas tersebut. Beberapa pekerja penggalian saat itu juga diklarifikasi oleh tim DPUPRKP.
“Saat itu kami lakukan klarifikasi ke sejumlah instansi termasuk ke Telkom dan pihak lainnya apakah ada kegiatan menggali jalan di sejumlah titik, ternyata tidak ada. Dengan demikian pekerjaan tersebut disinyalir tak berizin,” ucap Rakhamadian Wijayanto.
Menurutnya, aktivitas penggalian harus mengantongi izin dari DPUPRKP sebab berkaitan dengan aset daerah. Dari tinjauannya di lapangan, paling banyak ditemukan di jalan Sumarwi menuju jalan Pramuka. Masing-masing titik memiliki jarak sekitar 2 sampai 3 meter.
“Bukan hanya soal izin, tetapi juga ada kerusakan jalan. Ini menyangkut aset daerah,” sambung dia.
Atas temuan tersebut, dari DPUPRKP kemudian melayangkan aduan ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan penyelidikan atas penggalian ilegal tersebut.
Beberapa lubang bekas galian tersebut menurut Rakhmadian telah ditutup oleh pihak yang melakukan penggalian. Namun demikian kondisinya tidak seperti kondisi semula.
“Ada yang sudah ditutup dengan tambalan tapi seadanya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sepenuhnya untuk proses penyelidikan diserahkan ke pihak kepolisian untuk mengetahui motif dan siapa yang melakukan penggalian ilegal tersebut.
“Kami tidak berfokus pada motivasi penggalian itu apa dan siapa, itu ranah dari kepolisian. Kami fokus pada kerusakannya. Tuntutan kami adalah jalan kembali normal (kondisinya),” tandas Rakhmadian.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
