Peristiwa
Pria 36 Tahun di Patuk Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Diduga Depresi Masalah Ekonomi
Patuk, (pidjar.com)–Warga Padukuhan Baran, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya, Sabtu (14/03/2026) pagi.
Korban diketahui bernama NS (36), seorang pekerja swasta yang merupakan warga setempat. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumah milik ibunya, Ratmiyati.
Kapolsek Patuk AKP Solechan melalui Kasi Humas Polsek Patuk Aiptu Purwanto menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga yang melintas di depan rumah korban.
“Saksi bernama Mujinem saat itu hendak pergi ke ladang membantu keluarganya. Ketika melewati rumah ibu korban, saksi melihat banyak lalat hijau di sekitar jendela serta mencium bau menyengat yang tidak sedap,” jelas Aiptu Purwanto.
Merasa curiga, saksi kemudian memanggil warga lain yakni Mugiyanto untuk bersama-sama mengecek kondisi rumah tersebut. Keduanya kemudian masuk melalui pintu samping rumah.
“Saat dicek di dalam kamar, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung,” ujarnya.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Patuk sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan tergantung pada usuk kayu rumah menggunakan tali tambang plastik berwarna putih.
Tim medis yang melakukan pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, kematian korban dinyatakan murni akibat gantung diri.
Berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, korban diketahui sedang mengalami tekanan mental yang diduga dipicu oleh permasalahan ekonomi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Jika ada anggota keluarga atau warga yang terlihat mengalami tekanan mental atau depresi, sebaiknya segera dicarikan pendampingan dan dukungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
