Pemerintahan
Ratusan Warga Gunungkidul Urus Dokumen Untuk Kerja di Luar Negeri, Dinas Ingatkan Waspada TPPO
Wonosari,(pidjar.com)– Minat masyarakat Kabupaten Gunungkidul untuk bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih menunjukkan tren yang tinggi. Namun begitu, di tengah peluang memperoleh penghasilan yang lebih besar, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja yang tidak jelas dan berpotensi mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kepala Bidang Tenaga KerjaDinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Gunungkidul, Emy Nur Aini mengatakan, minat warga untuk menjadi pekerja migran sangat tinggi beberapa tahun terakhir. Di bulan Januari sampai dengan Mei 2026 ini, ada sebanyak 108 warga yang terverifikasi mengurus dokumen-dokumen dan berangkat ke berbagai negara tujuan untuk bekerja.
Angka tersebut menunjukkan antusiasme warga Gunungkidul untuk merantau ke luar negeri cukup besar. Tahun 2025 lalu, ada 155 yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja.
“Antusiasmenya masih tinggi beberapa tahun terakhir ini. Mereka usia muda ada yang kelahiran 1980 an, 1990 an ke atas hingga pemuda-pemuda baru lulus sekolah,” kata Emy Nur Aini, Kamis, (11/06/2026).
Di tengah peluang memperoleh penghasilan yang lebih besar dan meningkatkan kesejahteraan, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja yang tidak jelas. Pasalnya hal tersebut dapat berpotensi mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kami meminta dengan sangat agar warga Gunungkidul berhati-hati. Jangan sampai tergiur tawaran dan tidak kroscek perusahaan yang dituju, dokumen keberangkatannya ternyata tidak resmi. Itu sangat berbahaya bisa mengarah ke TPPO,” jelasnya.
Sebagai antisipasi, pihaknya terus melakukan penyebarluasan informasi mengenai persyaratan resmi bekerja di luar negeri. Selain itu meminta masyarakat yang berminat untuk bekerja di luar negeri untuk memastikan agen penyalur benar-benar resmi.
“Koordinasi dengan Disdagnaker itu penting. Kami memiliki sistem untuk mengecek perusahaan yang akan dituju itu resmi atau tidak, data diri harus terverifikasi untuk memastikan keamannya. Masyarakat bisa mengunjungi layanan di MPP untuk verifikasi Siskop2mi,” jelas dia.
Menurutnya, masih ada warga yang memilih jalur tidak resmi sehingga berstatus sebagai pekerja migran ilegal. Setidaknya terdapat dua kasus pekerja asal Gunungkidul yang harus dipulangkan dari Malaysia karena tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan yang sah.
“Jumlah yang terungkap mungkin hanya sebagian kecil saja. Tidak menutup kemungkinan sebenarnya banyak yang ilegal tapi kami tidak bisa memantau. Ya tahunya kalau memang sudah dipulangkan,” tambah dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan, faktor ekonomi menjadi alasan utama warga kemudian memilih bekerja di luar neger. Sebab penghasilnyanyang diperoleh lebih besar dibandingkan di daerah sendiri. Mereka ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun memperbaiki taraf hidup.
Ada beberapa negara yang menjadi tujuan terbanyak warga Gunungkidul untuk merantau. Malaysia masih menjadi negara tujuan utama karena menawarkan banyak kesempatan kerja, terutama di sektor manufaktur dan elektronik dengan upah minimal sekitar 1.700 ringgit per bulan. Turki juga banyak diminati untuk sektor perhotelan dengan upah minimal sekitar 550 sampai dengan 570 USD.
“Sedangkan Jepang dan Hong Kong lebih banyak untuk bidang perawatan lansia maupun pekerjaan jasa lainnya,” tutupnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
