fbpx
Connect with us

Politik

Tunggu Juknis, Rekruitmen PPK dan PPS Molor

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Proses rekrutmen anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2019 molor dari jadwal yang semula direncanakan. Proses rekruitmen badan adhoc KPU tersebut seharusnya sudah dilakukan sejak 9 Januari 2018 lalu. Molornya proses rekruitmen tersebut lantaran masih belum turunnya petunjuk teknis (juknis) dari PKPU yang menjadi payung hukum proses rekruitmen.

Ketua KPU Gunungkidul, M Zaenuri Ikhsan mengatakan, rekrutmen anggota PPK dan PPS untuk Pemilu 2019 diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.3/2018 tentang Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Menurut Zainuri, hingga saat ini, pihaknya masih belum menerima juknis pelaksanaan rekruitmen berdasarkan PKPU no 3/2018 tersebut. Adapun untuk jadwal rekruitmen dimulai pada 9 Januari 2018 hingga 8 Maret 2018 mendatang.

Berita Lainnya  Enggan Tanggapi Isu Nyalon Bupati, Mas Ipung: Fokus Bisnis dan Cari Istri Orang Gunungkidul Dulu

“Kami masih menunggu juknis dari KPU Pusat sebagai dasar dalam perekrutan,” kata Ikhsan, Rabu (17/10/2018) siang.

Ia paparkan lebih lanjut, untuk tugas PPK dan PPS sendiri pada prinsipnya hampir sama. Yang membedakan dalam penugasan adalah dalam cakupan wilayah penugasan. Lingkup penugasan PPK dijelaskan Ikhsan lebih luas karena membawahi penyelenggaraan pemilihan di satu kecamatan.

“Dalam penugasannya, PPK juga membawahi PPS,” imbuh dia.

Sementara anggota KPU Gunungkidul Is Sumarsono menambahkan, meski tahapan dalam Pemilu cukup berdekatan antara satu dengan yang lainnya, molornya tahapan pelaksanaan rekruitmen PPK dan PPS itu tidak akan mempengaruhi proses tahapan pelaksanaan Pemilu 2019. Mengenai persiapan Pemilu 2019 ini pada saat ini masih dalam tahap pembahasan perubahan daerah pemilihan.

Berita Lainnya  Bahas Kelanjutan Rencana Penyelenggaraan Pilur Serentak, DPRD Segera Panggil Dinas

“Sedang dilakukan simulasi untuk pembahasan,” lanjut dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler