Pemerintahan
Jalan Kabupaten Membengkak Hingga Hampir 2 Kali Lipat, Anggaran Perbaikan Makin Terbatas
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul saat memiliki jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten sepanjang total kurang lebih 1.200 kilometer. Panjang jalan tersebut naik hampir 2 kali lipat setelah adanya perubahan Undang-undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan banyaknya aspirasi dari anggota dewan berkaitan dengan perubahan status jalan di Gunungkidul.
Panjangnya jalan berstatus milik daerah itu ternyata cukup memusingkan pihak pemerintah daerah. Dampak yang paling terasa adalah semakin terbatasnya anggaran untuk pembangunan maupun pemeliharaan jalan yang dimiliki. Sehingga pemerintah belum daat mengakomodir secara keseluruhan jalan yang rusak dan bahkan belum pernah tersentuh pembangunan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR KP) Gunungkidul, Eddy Praptono, mengungkapkan, semula sebelum adanya perubahan, untuk jalan berstatus milik kabupaten hanya berkisar 686 kilometer saja. Namun dengan adanya perubahan yang terjadi, kemudian disusul dengan banyaknya aspirasi dari anggota dewan yang maka banyak pula jalan desa yang naik status menjadi jalan kabupaten.
Tentu hal ini ada semacam kesenjangan dan beban tersendiri yang dirasakan oleh pemerintah. Pasalnya untuk anggaran pemeliharaan atau bahkan pembangunan jalan baru memerlukan dana yang tidaklah sedikit. Sementara kemampuan pemerintah dalam hal ini belum dapat mencakup secara keseluruhan.
“Anggaran kami memang cukup terbatas sedangkan jalan kabupaten yang harus kami tangani semakin banyak,” terang Eddy, Rabu (31/10/2018) siang.

Keterbatasan ini lah yang membuat ruang gerak pemerintah untuk melakukan pembangunan atau pemeliharaan belum maksimal. Misalnya saja dalam satu tahun hanya terdapat alokasi dana sekitar 60 hingga 80 miliar per tahun saja untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan yang ada di seluruh Gunungkidul. Dari total anggaran tersebut, untuk perbaikan, hanya sebesar 15 hingga 20 miliar yang dianggarkan untuk perbaikan.
“Anggaran ini hanya cukup untuk membangun atau memperbaiki jalan sepanjang 40 kilometer. Jadi memang sangat terbatas,” ucap dia.
Dengan keterbatasan yang ada, Eddy memaparkan bahwa sejauh ini pihaknya memang harus ekstra hati-hati dalam memutuskan jalan yang akan dibangun maupun diperbaiki. Di Gunungkidul sendiri jumlah jalan berkategori mantap hanya berkisar di angka 40 % dari total jumlah keseluruhan.
“Kita akan pertahankan ini dengan anggaran yang kami miliki. Sehingga belum bisa semua jalan kami lakukan perbaikan,” imbuhnya.
Sesuai dengan program nawacita Presiden Republik Indonesia dan Bupati Gunungkidul, pemerintah daerah memiliki program pembangunan inrastruktur jalan yang cukup banyak. Saat ini, pemerintah sedang memfokuskan pembangunan dan perbaikan jalan pada akses wisata. Hal itu dilatar belakangi agar mobilitas masyarakat dan para wisatawan jauh lebih mudah sehingga membuat obyek wisata semakin berkembang. Eddy memaparkan untuk dapat melaksanakan pembangunan ini, dibutuhkan anggaran yang sangat besar.
“Seperti misalnya kemarin kami membangun jalan di Pantai Ngobaran, Kecamatan Saptosari. Sekitar 3,5 kilometer menghabiskan anggaran Rp 22 miliar,” imbuh dia.
Program ini bukan bermaksud mengkesampingkan jalan-jalan yang membutuhkan sentuhan perbaikan dan pembangunan. Namun skala prioritas dan beberapa pertimbangan lainlah yang dipegang oleh pemerintah. Misalnya saja untuk mendongkrak geliat pariwisata. Dengan demikian, pundi-pundi yang dikantongi oleh pemerintah akan bertambah dan nantinya bisa digunakan untuk menambah anggaran.
Suatu yang pasti adalah jika akses jalannya sudah baik dan masuk dalam kategori mantap, tentu akan menyedot wisatawan banyak berkunjung. Tentu dari pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dukungan dan kesadaran masyarakat dalam memelihara jalan pun juga dibutuhkan.
“Kita harus jalan bersama. Membangun daerah yang maju, perlahan namun pasti kita mampu menuntaskan permasalahan jalan jalau kita bersatu memiliki kesadaran yang tinggi,” tandas Eddy Praptono.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
