Pemerintahan
Musim Kemarau Segera Tiba, Dinas Minta Petani Tanam Tanaman Pangan Masa Pendek
Wonosari,(pidjar.com)–Mengadapi musim kemarau yang sebentar lagi akan datang, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan meminta petani untuk menanam tanaman pangan yang masa tanamnya pendek serta mampu tumbuh dengan ketersediaan air yang terbatas. Hal ini dimaksudkan agar tidak hasil panen tetap optimal dan petani tidak mengalami kerugian. Berdasarkan perkiraan, pada akhir Maret hingga pertengahan April 2026 ini memang akan menjadi awal dari musik kemarau.
Sub Koordinator Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Danang Sutopo mengatakan, dinas meminta petani untuk lebih selektif pada musim tanam kedua, tepatnya Januari sampai dengan April dan Musim Kemarau dari Mei sampai Oktober saat melakukan penanaman tanaman di lahan pertanian masing-masing.
Pada kondisi yang ketersediaan air berkurang ini, petani diminta untuk menanam tanaman yang mampu tumbuh meski kecukupan air tidak melimpah. Ia mencontohkan seperti menanam palawija berupa kacang tanah, kedelai, jagung dan jenis kacang-kacangan lain.
“Kemudian jenis padi seperti M70D, Padjajaran dan lain sebagainya,” kata Danang Sutopo, Kamis, (12/03/2026).
Ia menjelaskan, pada musim tanam kedua ini petani di kawasan utara Gunungkidul justru masih banyak yang menanam padi. Mereka memilih varietas M70D dan Padjajaran yang hanya 75 hari sudah bisa dipanen.

Menurutnya, pada musim tanam 2 setidaknya ada 8.867 hektare lahan yang masih menanam padi dab di musim kemarau atau musim tanam 3 diprediksi masih ada 527 yang menanam padi.
Sedangkan untuk jenis palawija, dimungkinkan ada 6.286 hektare lahan yang menanam jagung, 724 hektare yang menanam kedelai, 34.023 hektare menanam kacang tanah, dan 128 hektare menanam kacang hijau.
Sedangkan di musim kemarau ada 1.058 hektare menanam jagung, 665 hektare menanam kedelai, 1.237 hektare menanam kacang tanah, dan 125 hektare menanam kacang hijau.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di DIY akan terjadi pada bulan April tepatnya di dasarian III atau minggu ketiga April sampai dengan Mei dasarian I.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas mengungkapkan, musim kemarau tahun ini di wilayah DIY akan berlangsung mulai pada dasarian III April sampai dengan dasarian I Mei. Puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini mempunyai sifat di bawah normal yang artinya curah hujan selama periode musim kemarau diperkirakan lebih sedikit dari kondisi rata-rata klimatologisnya.
“Kondisi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dari biasanya di wilayah DIY dan lebih panjang,” kata Reni Kraningtyas.
Disinggung mengenai cuaca di Gunungkidul yang saat ini tidak menentu, dimana pada pekan lalu hijan deras disertai angin kencang hingga mrngakibatkan bencana dan di pekan ini cuaca begitu panas, Reni mengatakan jika kondisi cuaca beberapa hari terakhir belum sepenuhnya karena pancaroba.
Perubahan cuaca di Gunungkidul lebih dipengaruhi oleh variabilitas cuaca harian dan kondisi atmosfer yang masih cukup lembap di akhir musim hujan. Saat awan konvektif terbentuk, dapat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Namun ketika tutupan awan berkurang, radiasi matahari menjadi lebih kuat sehingga terasa sangat terik.
“Jadi, hujan lebat dan panas menyengat dalam beberapa hari terakhir merupakan fluktuasi cuaca yang masih wajar di penghujung musim hujan, sebelum benar-benar memasuki masa pancaroba pada sekitar April,” ucapnya.
Maka dari itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Sebab di cuaca yang tidak menentu seperti ini potensi gangguan kesehatan bisa lebih tinggi.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
