Peristiwa
Cerita Ratiyem Yang Sempat Terjebak Banjir Bandang Ngawen
Ngawen,(pidjar.com)– Selasa (17/02/2026) sore kemarin menjadi hal yang cukup mendebarkan bagi para warga Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapamewon Ngawen. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang lumayan lama mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Air mengalir deras membawa material bebatuan hingga batang pohon melalui pemukiman mereka.
Salah seorang warga, Ratiyem mengatakan, sore kemarin hujan memang turun begitu deras. Saat itu, ia tengah duduk bersantai di depan rumah. Karena hujannya semakin deras, ia kemudian masuk ke dalam rumah.
Beberapa saat masuk, ia justru mendapati lantai kamarnya terdapat air keruh dan lumpur. Ia kemudian mengevakuasi barang-barangnya yang berada di lantai. Hanya sekejap, ia melihat air bercampur lumpur semakin banyak mengalir bahkan hingga ke dalam rumah. Ratiyem semakin panik saat ia tengok ke depan rumahnya, baniir bandang terjadi tepat di depan rumahnya. Tak hanya itu, di sisi kiri rumahnya, tebing juga telah longsor di hingga ke pekarangan rumahnya.
Material yang turun dari bukit bukan hanya tanah dan air saja. Melainkan banyak material kayu dan bebatuan yang juga turut tergerus air.
“Saya sama anak saya yang kecil, melihat itu semua saya takut tidak tau mau keluar rumah dari mana. Karena air keruh dan material lain turun begitu deras,” cerita Ratiyem yang terbata-bata mengingat kejadian Selasa sore.

Saat kejadian itu, ia hanya bisa berteriak meminta bantuan dan menangis. Warga yang rumahnya berada di bawah rumah Ratiyem pun juga sama, kaget dan takut dengan kejadian banjir dan longsor yang tiba-tiba melanda kawasan mereka.
“Saya bingung hanya bisa berteriak minta bantuan. Sampai ada naik ke sini untuk menjemput saya kemudian diajak ke dekat Masjid itu,” tandasnya.
Kondisi rumah Ratiyem dan belasan warga lainnya saat ini tidak bisa ditinggali. Pasalnya pohon-pohon dan bebatuan menutup sebagian pekarangan rumah dan lumpur tebal menyelimuti lantai rumah warga.
“Sejak tadi malam saya bersama keluarga dan warga sekitar sini mengungsi di rumah saudara dan lokasi yang lebih aman,” jelasnya.
Adapun Rabu pagi, ratusan personil TNI, Polri, warga dan relawan bekerjabakti melakukan evakuasi material longsor dan pembersihan lumpur di pekarangan rumah maupun dalam rumah.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan di padukuhan Jono ini terdapat 13 Kepala Keluarga dengan jumlah 51 jiwa yang mengungsi karena rumah yang tidak memungkinkan dihuni pasca bencana alam terjadi.
“Untuk rumah ada 12 yang rusak. Beberapa diantaranya memang mengalami rusak parah sehingga membutuhkan penanganan lebih,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, terdapat 5 rumah dalam kondisi rusak. Yang pertama rumah milik Ratiyem yang berada di paling atas, kemudian 1 unit rumah yang berada di paling bawah tepat berada di depan persimpangan, sehingga seluruh material masuk ke rumah tersebut dan 3 rumah lain.
“Untuk kejadian banjir dan tanah longsor pada Selasa sore ada di beberapa lokasi seperti Tancep, Ngawen; Tegalrejo, Gedangsari dan beberapa di kawasan lain. Hasil assesment sementara ada 33 titik terdampak bencana namun untuk yang terparah yakni berada di Padukuhan Jono, Tancep, Ngawen ini,” sambungnya.
BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Mengingat perkiraan dari Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim penghujan terjadi di Januari sampai Februari 2026.
“Karena tidak menutup kemungkinan berpotensi susulan saat terjadi hujan deras maka untuk rumah-rumah warga saat ini kami minta untuk dikosongkan terlebih dahulu sembari proses evakuasi dan penanganan selesai,” tutup dia.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan1 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa2 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa2 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
