Sosial
Jogja,(pidjar.com)– Jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Rapat Pleno sekaligus Halalbihalal di Islamic Centre Masjid UAD Ringroad Selatan, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengonsolidasikan program kerja organisasi ke depan.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus harian PWI DIY, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, serta Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar PWI DIY. Kehadiran unsur akademisi dan insan pers ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktik jurnalistik.
Dalam sambutannya, Ketua PWI DIY, Hudono, menyampaikan apresiasi atas dukungan UAD dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi pers yang profesional dan berintegritas.
Hudono menegaskan, kepengurusan PWI DIY masa bakti 2025–2030 memiliki sejumlah agenda strategis. Salah satu yang menjadi prioritas adalah memperjuangkan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional. Udin dikenal sebagai wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik, dan hingga kini kasusnya masih menjadi simbol perjuangan kebebasan pers di Indonesia.
“Di tengah rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional yang masih berjalan, kami terus mematangkan pembentukan Tim Adhoc untuk pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Nama-nama tim sudah ada, tinggal difinalisasi,” ujar Hudono.
Ia menambahkan, dukungan terhadap pengusulan tersebut juga menguat dalam forum Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Banten beberapa waktu lalu. Hal ini menjadi catatan penting bagi PWI Pusat untuk mengawal proses pengusulan secara nasional.
Selain itu, PWI DIY juga mendorong terwujudnya pembangunan Grha Pers Pancasila. Program ini diharapkan menjadi pusat pengembangan, pengkajian, dan pelatihan terkait implementasi nilai-nilai Pers Pancasila di Indonesia. Naskah akademik pembangunan gedung tersebut telah disusun bersama sejumlah tokoh, sesuai arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Ke depan, Grha Pers Pancasila diharapkan menjadi ruang strategis untuk mencetak insan pers yang profesional, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Yogyakarta sebagai kota pendidikan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan pers nasional,” imbuh Hudono.
Sementara itu, Rektor UAD, Muchlas, menyambut baik berbagai agenda besar PWI DIY tersebut. Ia mengaku memahami pentingnya keberadaan Grha Pers Pancasila, terlebih dirinya turut terlibat dalam penyusunan naskah akademik bersama sejumlah akademisi dan tokoh nasional.
Muchlas juga menilai sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi wartawan perlu terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam bidang jurnalistik dan komunikasi publik.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut capaian akademik, tetapi juga keterampilan praktis. Kerja sama dengan PWI DIY dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi jurnalistik secara langsung,” jelasnya.
Kegiatan Halalbihalal ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara insan pers dan akademisi. Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk mendorong kemajuan dunia pers yang profesional, independen, dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa. (*)
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
