Sosial
Tokoh Agama Kecam Serangan ke Gereja St Lidwina, Polres Gunungkidul Tingkatkan Pengamanan Rumah Ibadah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penyerangan di Gereja Katholik St. Lidwina, Padukuhan Jambon, Desa Trihangg, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pada Minggu (11/02/2018) pagi tadi mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Sebagaimana diketahui dan diberitakan oleh media massa, seorang pria yang kemudian diketahui bernama Suliyono (23) warga Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyerbu masuk ke gereja saat digelar Misa pagi. Suliyono langsung menyerang dan melukai 4 orang termasuk seorang polisi dan seorang pastur menggunakan senjata tajam jenis pedang yang dibawanya. Pelaku sendiri kemudian terpaksa dilumpuhkan aparat menggunakan timah panas di bagian perutnya.
Ketua PC GP Ansor Gunungkidul, Labib Junaidi sangat menyayangkan tindakan penyerangan Gereja St. Lidwina Sleman tersebut. Ia juga meminta seluruh warga masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan insiden ini yang disebutnya sangat membahayakan kerukunan umat beragama.
Labib lebih menyoroti bahwa tindakan penyerangan biadab ini merupakan tindakan tak bertanggungjawab dari kelompok yang ingin mengganggu stabilitas kehidupan beragama.
“Saya sangat menyayangkan penyerangan yang terjadi di Gereja St. Lidwina Sleman ini ya. Entah motifnya apa, tapi dikhawatirkan dapat memecah belah dan berdampak buruk bagi bangsa ini,” katanya, Minggu (11/02/2018).
Labib mendesak agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku penyerangan jemaat yang sedang beribadah tersebut. Tidak hanya itu saja, polri juga diminta untuk melakukan aksi preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di daerah lain.

“Tindak kekerasan pada tokoh agama ini menjadi ancaman bagi NKRI dan umat beragama. Tidak boleh dibiarkan terjadi,” tegasnya.
Labib pun berpesan kepada masyarakat untuk tenang namun tetap waspada. Jangan sampai umat pemeluk agama ikut terprovokasi sehingga mengganggu toleransi umat beragama di Indonesia. Dengan menjaga persaudaraan dan silaturahmi antar umat beragama, maka ia yakin situasi yang damai akan terjadi.
Ketua Lesbumi Gunungkidul, Luthfi menambahkan, kejadian di Gereja St Lidwina tersebut merupakan tamparan keras bagi kehidupan umat beragama di Indonesia. Peristiwa ini sekaligus menunjukan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukan hanya dilakukan oleh aparat yang berwenang. Kewajiban tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab semua umat pemeluk agama.
“Yang harus dipahami adalah khususnya bagi pemeluk agama islam, bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang beragama Islam bukan Muslim yang tinggal di Indonesia,” paparnya.
Untuk menghindarkan diri dari perpecahan antar umat beragama, ada satu hal yang menurutnya saat ini wajib dilakukan yakni dengan membangkitkan kembali rasa nasionalisme serta rasa handar beni kepada bangsa dan negara. Jika hal tersebut tidak ditanamkan, maka Indonesia akan terpecah belah justru oleh bangsanya sendiri.
“Oknum-oknum seperti yang terjadi pada penyerangan di jemaat gereja itu yang dapat memecah belah perbedaan, keragaman dan persatuan. Jangan sampai oknum semacam itu bertambah di negeri ini,” paparnya.
Terpisah, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat menjamin hak bagi masyarakat untuk beribadah. Pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh anggota di lapangan guna meningkatkan kewaspadaan di tempat-tempat ibadah terutama gereja di Gunungkidul.
“Kita kerahkan anggota termasuk juga di tingkat-tingkat Polsek agar melakukan langkah antisipasi serta penjagaan di rumah-rumah ibadah agar kejadian seperti ini tidak terjadi di Gunungkidul,” tandas Kapolres.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized17 jam yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized7 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
