Pemerintahan
Menanti Keberlanjutan Pembangunan Jalur Anyar Usai Pembebasan Lahan Senilai 113 Miliar Dirampungkan
Playen, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembangunan jalan lintas kabupaten dari Kecamatan Patuk hingga obyek wisata Candi Prambanan saat ini terhenti di Desa Ngoro-oro. Rencananya, pembangunan jalan tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2020 mendatang. Proses pelanjutan pembangunan jalan sendiri menunggu pembebasan lahan yang saat ini telah dilakukan selesai.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Bambang Riyanto mengatakan, pembangunan jalan tembus yang akan menjadi salah satu jalur alternatif utama untuk masuk ke Kabupaten Gunungkidul ini sudah mencapai sembilan kilometer. Menurutnya, total panjang jalan yang nantinya akan menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Sleman ini direncanakan kurang lebih 36 hingga 40 kilometer.
“Untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul panjang jalan yang akan dibangun 18 kilometer, sedangkan Kabupaten Sleman sisanya,” ujar Bambang, Jumat (21/06 /2019).
Menurutnya, proses pembebasan lahan saat ini sudah selesai. Kendati demikian, karena luas lahan yang lebih dari lima hektare, maka pengerjaan jalan akan digarap oleh provinsi.
“Anggaran pembebasan lima hektare lahan adalah Rp 113 miliar, sumbernya dari dana keistimewaan,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Harry Sukmono berharap agar proyek pembangunan jalan Gunungkidul-Sleman ini segera rampung. Ia memprediksi, apabila nantinya sudah dioperasikan, jalur ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gunungkidul. Misalnya wisatwan dari Candi Prambanan bisa meneruskan perjalanan ke Gunung Api Purba Nglanggeran.
“Bisa juga ke Gunung Gentong, Gua Pindul, dan menuju ke pantai selatan,” tuturnya.
Terpisah, warga Desa Gading, Kecamatan Playen, Adelia mengatakan, keberadaan jalan baru tersebut memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sekitar. Tak hanya harga lahan yang meroket, namun kegiatan ekonomi warga bisa terpicu dengan beroperasinya jalan anyar yang telah rampung dibangun tersebut. Ramainya kawasan tersebut membuat warga sekitar jalan mulai membuka usaha kecil-kecilan.
“Banyak yang buka warung untuk menyediakan kebutuhan pengendara kendaraan yang melintas,” kata dia.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
