Connect with us

Pemerintahan

Baru Separuh Desa di Gunungkidul Yang Miliki BUMDes

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus mendorong desa untuk melakukan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini sendiri sangat penting agar masing-masing desa memiliki pendapatan asli desa mandiri dari usaha dan potensi yang dikembangkan. Di Gunungkidul hingga tahun 2019 ini baru terdapat 72 BUMDes yang terbentuk dan dinyatakan ada rintisan dari 144 desa yang ada. Meski demikian yang patut mendapatkan perhatian, dampak dari pendirian BUMDes di sebagian desa masih belum begitu signifikan dalam menggerakkan perekonomian.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Subiyantoro menjelaskan, ada berbagai hal yang melatar belakangi desa-desa di Gunungkidul belum melakukan pembentukan BUMDes. Diantaranya yakni pemerintah desa dan masyarakat masih harus menggali potensi yang ada untuk dikelola badan usaha ini.

Berita Lainnya  Lindungi Petani Dari Permainan Harga Tengkulak, Pemerintah Akan Bangun Bangsal Pasca Panen

Kemudian regulasi yang diterapkan oleh desa belumlah final. Masih ada sejumlah ganjalan yang perlu diselesaikan melalui kesepakatan pemdes dengan lembaga lainnya. Selain itu mengenai persiapan sumber daya manusia yang haruslah berkulitas dan mampu berinovasi.

“Potensi yang masih perlu digali dan dikembangkan menjadi permasalahan desa belum membentuk BUMDes,” terang Subiantoro, Minggu (30/06/2019).

Lebih lanjut ia memaparkan, dari 144 desa di Gunungkidul, baru separuhnya yang telah memiliki BUMDes yang masuk kategori maju, berkembang, hingga baru merintis. Untuk di bumi handayani sendiri desa yang telah memiliki badan usaha terus didorong untuk berinovasi sehingga modal dan pendapatan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Mayoritas BUMDes yang ada saat ini masih berkutat pada bidang pariwisata.

Dalam pembentukan BUMDes sendiri, pemerintah terus mensosialisasikan agar dalam pembentukannya, disesuaikan dengan potensi yang ada di desa masing-masing. Pasalnya hal ini berkaitan pula dengan kondisi desa. Jika di perkotaan misalnya, misalnya tidak memiliki potensi wisata paling tidak dapat bergerak di bidang usaha lainnya. Adapun menurut dia, saat ini ada beberapa desa yang tengah mengajukan ke pemerintah untuk pembentukan BUMDes.

Berita Lainnya  Wakil Bupati Awasi Kelompok Tani Abal-abal Yang Dibuat Hanya Untuk Terima Bantuan Pemerintah

“Terus ada sosialisasi biar pemerintah desa dan masyarakat itu ada hubungan yang lebih dalam menggali potensi yang ada. Ini juga harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang lebih baik tentunya,” imbuh Subiyantoro.

Diantaranya yang masuk pada BUMDes percontohan seperti di Desa Bleberan, Bejiharjo, Ponjong, Nglanggeran, Kemadang, Mulo, Karangrejek dan beberapa desa lainnya. Dengan demikian diharapkan mampu mendorong desa-desa lain untuk berkembang.

Hampir setiap bulannya selalu ada desa baru yang meminta konsultasi dan arahan dalam pembentukan BUMDes dan mencari peluang yang dapat digunakan untuk mengumpulkan pundi-pundi pendapatan. Dengan hal ini nantinya kesejahteraan masyarakat dan perekonomiannya dapat lebih terangkat kembali.

“Pasti kami miliki target untuk pembentukan BUMDes ini di seluruh desa. Nanti lah paling tidak 2020 mendatang ada perubahan skema dan target kapan harus tercapai,” tutupnya.

Berita Lainnya  Pasca Penataan Petugas TPR, Dalam Sebulan Retribusi Wisata Capai 6,5 Miliar

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler